Benda Diduga Bom Ternyata Hanya Kotak Pendingin Obat
  • Home
  • Berita
  • Benda Diduga Bom Ternyata Hanya Kotak Pendingin Obat

Benda Diduga Bom Ternyata Hanya Kotak Pendingin Obat

Isi bungkusan yang diduga bom di RS Ibnu Sina, Padang. (ist)
Isi bungkusan yang diduga bom di RS Ibnu Sina, Padang. (ist)

PADANG – Benda mencurigakan di Rumah Sakit Islam Ibnu Sina yang disangka bom ternyata hanya sebuah bungkusan obat yang dilengkapi dengan alat pendingin obat. Hal itu dipastikan oleh PT Penta Valent, Cabang Padang, sebagai penyedia obat di rumah sakit itu.

Kepala PT Penta Valen, Sunardi saat jumpa pers di RS Ibnu Sina, Selasa (3/1) menyatakan, kejadian yang membuat heboh masyarakat bertepatan di malam tahun baru itu, akibat kelalaian karyawannya yang meletakkan bungkusan di kursi tunggu dekat kasir. Karyawan tersebut tak sengaja meninggalkan bungkusan itu saat mengurus kuitansi kepada pihak kasir.

Dikatakan, kotak itu merupakan tempat menyimpan dan mendinginkan obat karena harus dijaga di bawah suhu 15 derajat. Kotak tersebut berwarna putih dan dilakban, di atasnya terhubung langsung dengan termometer suhu.

Sepintas, bungkusan itu memang mirip dengan bom karena dilengkapi dengan pengukur
termometer yang mirip timer bom. Pihaknya baru menyadari kelalaian tersebut setelah heboh menjadi pemberitaan dan langsung mengklarifikasi ke rumah sakit. Ia menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian yang dilakukan oleh karyawannya itu.

Ketua Yayasan RS Ibnu Sina, Zaunul Daulay menambahkan, pihaknya bersama kepolisian sebelumnya telah melakukan penyelidikan dan dipastikan bahwa bungkusan tersebut memang bukan bom, tapi pendingin obat dari PT Penta Valent. Namun, petugas keamanan rumah sakit melakukan tindakan sesuai protap, mengeluarkan benda mencurigakan tersebut dan langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Bungkusan tersebut sempat menggegerkan rumah sakit dan masyarakat Kota Padang di malam tahun baru Sabtu (31/12) lalu. Bungkusan yang disangka bom tersebut sempat diledakkan oleh tim Gegana Polda Sumbar. Kapolda Sumbar maupun Kapolresta Padang setelah itu memastikan bahwa bungkusan tersebut bukanlah bom, namun mengindikasikan adanya teror. (der/*)

Berita Terkait

Leave a Reply