Baznas Agam Salurkan Rp344 Juta Dana Zakat
  • Home
  • Agam
  • Baznas Agam Salurkan Rp344 Juta Dana Zakat

Baznas Agam Salurkan Rp344 Juta Dana Zakat

AGAM – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Agam menyalurkan zakat sebesar Rp344.700.000 kepada 2.095 mustahik. Penerima zakat merupakan siswa tergolong keluarga miskin yang tersebar di 16 kecamatan di daerah itu, terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA.

Penyaluran zakat dilakukan secara maraton ke kecamatan yang ada di Kabupaten Agam dan dilaksanakan mulai Senin (27/11) hingga Kamis (30/11). Untuk hari pertama, dilakukan di empat kecamatan yaitu, Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Ampek Angkek, dan Tilatang Kamang.

Dari jumlah zakat yang disalurkan tersebut, di Kecamatan Tanjung Mutiara sebesar Rp23.800.000 untuk 148 mustahik, Lubuk Basung Rp72.700.000 untuk 436 mustahik, Ampek Nagari Rp24.500.000 untuk 149 mustahik, Tanjung Raya Rp34.500.000 untuk 214 mustahik, Matur Rp12.900.000 untuk 78 mustahik, Palembayan Rp23.850.000 untuk 150 mustahik, Malalak Rp1.200.000 untuk enam mustahik.

Selanjutnya, Kecamatan Banuhampu Rp.21.000.000 untuk 130 mustahik, IV Koto Rp13.250.000 untuk 79 mustahik, Sungai Puar Rp8.950.000 untuk 50 mustahik, Canduang Rp6.200.000 untuk 31 mustahik, Ampek Angkek Rp28.400.000 untuk 181 mustahik, Tilatang Kamang Rp25.100.000 untuk 151 mustahik, Kamang Magek Rp12.500.000 untuk 76 mustahik, Baso Rp25.400.000 untuk 154 mustahik, dan Palupuah Rp10.450.000 untuk 62 mustahik.

Siswa di tingkat SD masing-masing menerima Rp150.000, SMP masing-masing Rp200.000, SMA dan SMK masing-masing menerima Rp 250.000.

Asisten II Bidang Perekonomian Pembangunan dan Kesra Setda Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran, MSi saat menyerahkan zakat pada mustahik Lubuk Basung di Masjid Agung Nurul Fallah, Senin (27/11) mengucapkan terima kasih kepada muzakki, khususnya guru-guru yang merupakan salah satu sumber zakat terbesar di jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Agam.

“Di samping itu, kita dari Pemkab Agam juga mengucapkan terimakasih kepada Baznas Agam yang telah berpartisipasi menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Agam, khususnya bagi pelajar,” ujarnya.

Namun, Isman Imran juga menegaskan kepada guru bahwa jangan sampai menganggap zakat sebagai “julo-julo”, zakat dibayar dan diminta lagi. “Kita berharap siswa yang menerima zakat agar mempergunakan uangnya untuk kebutuhan pendidikan. Ini juga sebagai motivasi bagi masyarakat yang mampu untuk membayar zakat melalui Baznas Agam,” ujarnya pula.

Hal senada juga disampaikan Kepala Kementerian Agam diwakili KUA Lubuk Basung Asrul, SH.I. Ia menegaskan kepada siswa agar mempergunakan zakat yang diterima sebagai penutup kebutuhan di sekolah, jangan sampai digunakan untuk keperluan lain. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply