Bayar Non Tunai, Trik Pertamina Tingkatkan Kehandalan Stok Elpiji
  • Home
  • Berita
  • Bayar Non Tunai, Trik Pertamina Tingkatkan Kehandalan Stok Elpiji

Bayar Non Tunai, Trik Pertamina Tingkatkan Kehandalan Stok Elpiji

PADANG – Sistem pembayaran non tunai atau Cashless payment menjadi kiat Pertamina dalam meningkatkan kehandalan stok elpiji. Sistem ini diterapkan untuk transaksi pada agen dan pangkalan, yang meningkatkan kehandalan stok elpiji hingga ke tingkat pangkalan.

“Cashless payment system LPG adalah sistem untuk pangkalan melakukan transaksi pemesanan maupun pembayaran elpiji kepada agen secara non tunai. Dengan sistem ini, kehandalan stok elpiji di pangkalan meningkat,” tutur Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo, Jumat (2/8/2019).

Keuntungan dengan penerapan sistem non tunai ini, terang Roby, kehandalan stok elpiji di pangkalan meningkat karena verifikasi jumlah tabung elpiji yang dibeli sesuai dengan harga tabung yang dibayarkan. Sehingga konsumen dipastikan membeli elpiji 3 kg di pangkalan resmi Pertamina sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Selain itu, agen elpiji dapat melakukan pencatatan transaksi secara waktu nyata (real time) dan otomatis sehingga lebih akurat. Pembayaran non tunai juga meningkatkan sisi keamanan karena pangkalan tidak perlu mengumpulkan uang tunai untuk pembayaran.

Dia menyebutkan, untuk wilayah Sumatera Barat sebanyak 86 dari 96 agen elpiji sudah menerapkan sistem non tunai. Sementara, untuk pangkalan, yang sudah menerapkan mencapai 2.903 dari 2.200 pangkalan.

“Penerapan sistem non tunai di agen dan pangkalan diyakini bisa 100 persen tahun ini,” ujarnya.

Roby menambahkan, untuk wilayah Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I Sumbagut, sebanyak 461 dari total 489 agen atau 94 persen sudah menerapkan sistem ini. Untuk pangkalan, lebih dari 16 ribu dari total 21 ribu atau 76 persen sudah menerapkannya.

Pada setiap aplikasi bank ini, terhubung host-to-host dengan Sistem Monitoring Penyaluran LPG 3kg (Simol3k) Pertamina. Integrasi sistem ini juga mempermudah Pertamina dalam memonitor penyaluran elpiji 3 kg yang disalurkan baik kepada Agen maupun pangkalan.

“Hingga Juli 2019, konsumsi elpiji bersubsidi 3kg di wilayah Sumbar mencapai hampir 17,18 juta tabung. Sedangkan konsumsi elpiji non subsidi Bright Gas 5,5 kg dan 12 kg mencapai 228 ribu dan 229 ribu tabung,” tutupnya.(fdc/*)

Berita Terkait

Leave a Reply