
PADANG – Lurah Batang Arau, Khairul bertekad membersihkan Kelurahan Batang Arau dari sampah serta menata agar layak menjadi tempat wisata. Tekad itu dibuktikan dengan keseriusan membenahi lingkungan di kelurahan yang terletak di muara Batang Arau tersebut.
“Kita mulai dengan memberikan pemahaman kepada warga untuk membersihkan lingkungan. Lalu, secara bertahap bangunan-bangunan yang menempati fasum dibongkar dan dimanfaatkan untuk kawasan terbuka hijau dan lapangan untuk kegiatan masyarakat semacam Medan Bapaneh,” ungkap Khairul saat ditemui di sela-sela kesibukannya, Kamis (2/2).
Lurah yang juga pelatih kepramukaan ini tidak jarang turun tangan langsung menyapu lingkungannya yang kotor untuk memberi contoh terhadap warga. Dengan demikian, warga yang merasa sekitar pekarangannya kotor dengan sendirinya merasa segan. Akhirnya mereka dengan kesadaran sendiri membersihkan lingkungannya secara rutin.
“Baru beberapa pekan saja, warga sudah tampak berubah. Sekarang warga lebih rajin bersih-bersih,” kata Khairul yang mengaku bahwa tekad membersihkan dan menata Batang Arau itu tertanam sejak dirinya dilantik menjadi Lurah.
Diakuinya, banyak yang harus ia benahi di Kelurahan Batang Arau. Bukan saja masalah lingkungan secara fisik, tapi juga perilaku dan cara berpikir masyarakat. Termasuk peningkatan ekonomi warga juga menjadi perhatian.
“Selama ini warga Batang Arau bak ayam kelaparan di lumbung padi. Padahal, wilayahnya berpotensi sebagai kawasan wisata yang dapat menunjang ekonomi masyarakat,” ulas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sebelumnya pernah bertugas pada Dinas Pemadam Kebakaran itu.
Walaupun baru sebulan menjabat sebagai lurah, ia telah berhasil membuat perubahan kecil. Namun, itu belum cukup. Tekadnya mengabdi untuk Batang Arau tidak dipaksakan berjalan sendiri. Iapun melibatkan pemuda dan tokoh masyarakat untuk merumuskan rancangan ke depan untuk kawasan Batang Arau.
“Kita bentuk tim perumus yang terdiri dari tokoh masyarakat dan pemuda. Nantinya kita bekerjasama dalam menjalankan berbagai program,” ujar Khairul lagi.
Fokusnya di Batang Arau juga untuk membantu percepatan pengembangan Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang. Dimana di wilayah kelurahannya terdapat Gunung Padang dengan cerita Siti Nurbaya, Jembatan Siti Nurbaya dan Pelabuhan Muaro serta kawasan perbukitan yang Indah.
“Ke depan bagaimana kawasan ini semakin banyak dikunjungi orang sehingga masyarakat yang berdagang di sini menjadi lebih hidup,” katanya. (der)






