
PADANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sumatera Barat mengembangkan Sekolah Lapang Padi Organik (Selapo) di Kabupaten Agam. Selapo tersebut merupakan salah satu program pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia di klaster padi organik.
Program pengembangan klaster padi organik tersebut berlokasi di Kecamatan Kamang Mudiak. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wahyu Purnama A menyebutkan, program tersebut sudah dimulai sejak Desember 2018.
“Progam ini direncanKN berjalan selama tiga tahun dan merupakan bagian dari program pengembangan UMKM oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat,” kata Wahyu, Kamis (23/7/2020).
Dia menjelaskan, program pengembangan klaster padi organik itu merupakan kerja sama antara BI Sumbar dengan sejumlah instansi terkait.
Diharapkan mampu menciptakan peningkatan produksi dan perluasan lahan padi organik. Juga perbaikan mekanisme pertanian dari pertanian konvensional menjadi pertanian organik modern.
Kemudian, harapannya juga untuk penguatan aspek kelembagaan petani melalui pendirian gabungan kelompok tani dan terbukanya akses keuangan.
Kerja sama antara lain dilakukan dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sumatera Barat. Kemudian dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kementerian Pertanian Provinsi Sumbar. Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Provinsi Sumbar, Lembaga Sertifikasi Organik (LSO) Provinsi Sumbar, dan Dinas Pertanian Kabupaten Agam.
“Pola kerja sama ini merupakan wujud sinergi antar instansi agar dapat memperoleh hasil yang maksimal,” ujarnya.
Pelaksanaan Selapo merupakan salah satu bagian dari program terpadu pengembangan klaster. Dimulai dari proses input, produksi, sampai dengan pemasaran yang diterapkan pada Kelompok Tani (Poktan) Usaha Muda di Kabupaten Agam.
Selapo merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta/ petani guna menerapkan teknologi Ramah Lingkungan (RL) pada budidaya padi organik,” tambahnya.
Kegiatan Selapo teknologi RL itu dilaksanakan pada lahan milik anggota Poktan Usaha Muda Jorong Pauah Nagari Kamang Mudiak. Mencakup beberapa kegiatan yaitu pertemuan persiapan dan pertemuan rutin selama 14 kali pertemuan.
“Kegiatan ditutup dengan kegiatan field day dengan agenda temu lapang petani dan diskusi terkait hasil Selapo,” ujar Wahyu.
Sekolah Lapang Padi Organik dengan Teknologi RL merupakan pemanfaatan mikroba ramah lingkungan. Berguna untuk memperbaiki kondisi tanah sehingga meningkatkan efektifitas dan efisiensi pemupukan. Selain itu juga meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit.
Berdasarkan manfaat tersebut, akan berdampak kepada peningkatan hasil produksi. Panen yang dihasilkan diperkirakan sekitar 6,5 ton/ hektare. Meningkat dari sebelumnya sekitar 5,5 ton/ hektare atau sekitar 15 persen.
Selama kurang lebih 5 bulan pelaksanaan Selapo, para petani diharapkan mampu mengimplementasikan budidaya padi organik lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya. Selain itu, para petani diharapkan semakin disiplin dalam melakukan pola tanam secara organik untuk mempertahankan kualitas produksi padi.
Sebagai tindak lanjut Selapo, BI Sumbar juga bekerja sama dengan BMKG Stasiun Sicincin menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI) pada periode Juli – Desember 2020. Agar para petani juga memiliki kemampuan untuk memahami kondisi cuaca, sehingga dapat menentukan waktu tanam yang sesuai dengan kondisi iklim di wilayah tersebut.*






