Banjir di Pessel, Jembatan Lubuk Nyiur Putus
  • Home
  • Berita
  • Banjir di Pessel, Jembatan Lubuk Nyiur Putus

Banjir di Pessel, Jembatan Lubuk Nyiur Putus

Warga menyaksikan jembatan putus di Lubuak Nyiua Ampek Koto Mudiak, Kecamatan Batangkapas, Pessel, Kamis (5/1). (Foto: Dok. Walinagari Ampek Koto Mudiak Syafran Tamsa)
Warga menyaksikan jembatan putus di Lubuak Nyiua Ampek Koto Mudiak, Kecamatan Batangkapas, Pessel, Kamis (5/1). (Foto: Dok. Walinagari Ampek Koto Mudiak Syafran Tamsa)

PAINAN – Jembatan di jalur penghubung nagari Ampek Koto Mudiak dan Taratak Tampatiah di Kecamatan Batangkapas, Pesisir Selatan dilaporkan putus dihondoh banjir. Warga di dua kenagarian sempat terisolasi, diperparah lagi jaringan listrik putus dan jaringan telekomunikasi mati.

“Kami sempat terisolasi karena jembatan putus, jaringan listrik juga putus sehingga menyebabkan jaringan telekomunikasi mati. Kondisi itu berlangsung selama lebih kurang delapan jam,” cerita Wali Nagari Ampek Koto Mudiak, Syafran Tamsa, Kamis (5/1).

Jembatan tersebut, tuturnya, juga pernah runtuh pada tahun 2009. Jembatan berada pada jalur utama, runtuh karena tergerus hantaman air sungai yang meluap. Untuk sementara, kendaraan roda empat tidak bisa lewat dan harus memutar ke Nagari Tuik Koto Gunung lewat Sungai Nyalo untuk bisa sampai di Ampek Koto Mudiak dan Nagari Taratak Tampatiah.

“Untuk kendaraan roda dua, masyarakat sudah bergotong royong membangun jembatan darurat namun kendaraan roda empat harus memutar sekitar 6 kilometer,” terangnya.

Selain menggerus jembatan, banjir juga merendam sekitar 200 rumah penduduk dengan ketinggian air bervariasi, 50 sampai 100 cm. Banjir juga menimbulkan kerugian terhadap lahan pertanian dan ternak penduduk.

“Ada dua orang petani jagung yang melaporkan jagung yang baru dipanen di ladang hanyut dibawa air sekitar 2,5 ton. Ada juga laporan binatang ternak yang hanyut,” ujarnya.

Dia menyebutkan, pendataan secara detail kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan akibat banjir masih dilakukan. Nagari itu berpenduduk sekitar 3.500 jiwa dengan 705 KK. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply