
PASAMAN – Akibat curah hujan yang cukup tinggi dari Selasa (9/10) sore hingga malam harinya, membuat sejumlah daerah di Kabupaten Pasaman dihantam banjir dan tanah longsor.
Beberapa kecamatan di daerah itu bahkan terancam terisolasi, karena jalan yang biasa dilalui masyarakat tidak bisa dilalui akibat tanah longsor dan banjir yang menggenangi badan jalan.
Seperti di Kecamatan Mapattunggul Selatan. Akibat tanah longsor dan kayu tumbang di Lubuk Sao, akses kendaraan dari Kecamatan Rao menuju Nagari Silayang, Kecamatan Mapattunggul Selatan lumpuh total karena tidak bisa dilalui.
Selain itu, tanah longsor dan pohon tumbang juga terjadi di Kecamatan Rao, tepatnya di jalan lintas sumatera, antara Kecamatan Rao, Pasaman menuju Sumatera Utara.
Di daerah tersebut, ada lima titik kayu tumbang di sepanjang jalan di kawasan Polongan Dua sampai Muara Cubadak, Nagari Padang Mentinggi, Kecamatan Rao. Akibatnya, arus lalu lintas menuju Provinsi Sumatera Utara putus total.
Begitu juga di Kecamatan Rao Selatan, Rao dan Kecamatan Mapattunggul. Informasi yang berhasil dirangkum, tiga kecamatan tersebut terendam banjir akibat meluapnya sejumlah sungai di daerah itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman, Masfet Kennedy mengatakan, saat ini sejumlah personil dan alat berat telah dikerahkan ke sejumlah titik yang terdapat bencana longsor, kayu tumbang dan bencana banjir.
“Pagi ini, alat berat sudah menuju lokasi longsor dan kayu tumbang di Kecamatan Mapattunggul Selatan. Begitu juga dengan personil BPBD Pasaman juga telah dikerahkan ke lokasi bencana banjir,” katanya, Rabu (10/10).
Dia menerangkan, akibat banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kabupaten Pasaman tersebut mengakibatkan ratusan rumah warga terendam banjir.
“Berdasarkan data sementara dari personil kita, ketinggian banjir mencapai 50 cm hingga 100 centimeter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” terangnya.
Penyebab banjir tersebut, katanya, karena meluapnya sejumlah sungai seperti sungai Batang Sibinail, Batang Air Sumpu di Tanjung Durian dan Batang Air Sumpu di Kampung Pisang. (riki)






