
DHARMASRAYA – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kabupaten Dharmasraya Sumatera Barat saat ini sangat memprihatinkan. Pembangunan Lembaga Pemasyarakatan Dharmasraya tersebut sudah hampir 9 tahun belum juga rampung dan saat ini keadaannya terbengkalai.
Menurut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kabupaten Dharmasraya, Ahmad Junaidi, Rabu (17/5), seperti itulah kondisi Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kabupaten Dharmasraya. Sampai saat ini kegiatan yang berada di Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Kabupaten Dharmasraya belum berjalan semana mestinya sesuai yang diharapkan.
“Ruangan untuk para binaan serta ruangan kantor yang layak saja belum ada,” ujarnya di Dharmasraya.
Bangunan Lapas Kelas III Kabupaten Dharmasraya dibangun semenjak tahun 2015, sampai sekarang belum bisa diaktifkan. Padahal, bangunan itu sangat perlu sekali karena Kabupaten Dharmasraya merupakan daerah paling ujung di perbatasan Sumatera Barat dengan Kabupaten Bungo, Jambi dengan tingkat kriminalitas yang cukup tinggi.
Bila siap, Lapas Kelas III Kabupaten Dharmasraya nantinya bisa sebagai tempat transit para binaan. Bila selesai, bangunan itu akan jadi lapas termegah di Sumatera Barat
Saat ini ada 11 ruang tahanan. Jika aktif, masing-masing ruang akan diisi sekitar 10 orang warga binaan.
Menurut informasi yang diterima dari Lapas Kabupaten Sijunjung, katanya, lebih kurang 60 persen warga binaan di lapas tersebut berasal dari Kabupaten Dharmasraya. Apabila bangunan Lapas Kelas III Kabupaten Dharmasraya selesai dan dapat diaktifkan seperti lapas lainnya, maka warga binaan dari Dharmasraya akan dipindahkan. Itu juga untuk mempermudah keluarga binaan yang berasal dari Kabupaten Dharmasraya sehingga lebih dekat dan lebih ringan biaya tranportasinya. (ek)






