
TUAPEIJAT – Daerah Kepulauan Mentawai merupakan salah satu daerah rawan bencana di Indonesia. Masyarakat di sana dituntut mampu dan tangguh dalam mengurangi risiko bencana.
Trainer Arbeiter Semariter Bund (ASB) Mentawai Rizal Ashari saat memberikan materi pelatihan kepada peserta Tim Tangguh Bencana (TB) di aula pertemuan Wisma Bintang, Desa Tuapeijat Kecamatan Sipora Utara Kabupaten Kepulauan Mentawai, Rabu (12/7) mengatakan, pihaknya memberikan pembekalan pada masyarakat dalam melakukan penyelamatan diri saat bencana terjadi.
Dengan adanya kegiatan itu, diharapkan masyarakat mampu melakukan evakuasi mandiri, bahkan peserta bisa menjadi penyambung informasi kesiapsiagaan bencana kepada warga setempat. Selain itu, masyarakat Mentawai diharapkan bisa lebih tangguh dalam mengantisipasi serta mengurangi risiko bencana dan penanggulangan bencananya.
“Kita berupaya mendukung terciptanya daerah yang berperspektif bencana, memfasilitasi dan memperkuat jaringan sebagai organisasi yang dinamis untuk mengemban amanat penanggulangan bencana, memperluas informasi publik terhadap informasi kebencanaan serta mendorong atau memperluas dukungan terhadap kegiatan-kegiatan pengurangan risiko bencana di Kabupaten Kepulauan Mentawai,” ujarnya.
Beberapa kegiatan yang diberikan pada masyarakat, yaitu penanggulangan risiko bencana melalui penguatan organisasi masyarakat, pengkajian perikehidupan masyarakat, pengembangan akses terhadap informasi kebencanaan, penguatan kapasitas masyarakat terkait dengan kebencanaan serta membuat rencana aksi untuk mengurangi risiko bencana dan penguatan kelembagaan melalui kebencanaan.
Menurut Data United State Geological Survey (USGS), kerawanan gempa dan tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai masuk kategori VIII, dari dokumen Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekontruksi Pasca Tsunami Mentawai yang disusun Bappenas, BNPB, Pemprov dan BPBD Sumbar, Pemkab dan BPBD Mentawai. Dilihat dari potensi ancaman bencana alam tersebut, Mentawai memiliki potensi yang tinggi berupa gempa bumi tektonik, tsunami maupun abrasi pantai. 33 desa di daerah Mentawai terletak di daerah rawan bencana.
Kegiatan itu, kata Rizal Ashari, merupakan salah satu program ASB bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri yang dimandatkan ke BPBD Sumbar di mana di Mentawai di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Kegiatan melibatkan 35 peserta yang dikhususkan bagi warga yang bermukim di pinggir pantai. Kegiatan tersebut merupakan kegiatan lanjutan yang sebelumnya pernah dilaksanakan di wilayah Siberut pada tahun 2014 sampai pertengahan tahun 2016. (ers)






