
SAWAHLUNTO – Mulai dari arak-arakan dari Masjid Nurul Islam sampai puncak acara grebek suro memukau warga kota yang memadati ruas jalan dan di halaman parkir Museum Goedang ransoem, Rabu (14/10).
Pasalnya, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf dan Wakil walikota Ismed mengendarai kuda dengan mengenakan pakaian khas Jawa mengawali arak-arakan gunungan hasil bumi dan apem serta barisan sesepuh serta anggota paguyuban Ki Sapu Jagat.
Sepanjang jalan yang dilintasi disambut antusias warga yang berduyun – duyun mengiringi arakan sampai menuju lokasi ritual grebek suro di kawasan Suko Sari, Kelurahan Air Dingin.
Perhelatan dimulai dengan penyambutan kedua pemimpin kota ini dengan tari pasambahan dan didaulat menduduki kursi singasana puncak kegiatan.
Sontak jadi kemerihan saat warga dipersilakan mengambil gunungan hasil bumi dan apem, usai pemotongan tumpeng yang diserahkan sesepuh dan ketua paguyuban Ki Sapu Jagat Iwan Darmawan kepada walikota dan wakil walikota.
Warga yang didominasi ibu – ibu dan anak-anak pun berebutan apem dan gunungan hasil bumi. “Alhamdullilah saya dapat tiga apem dan sedikit sayuran untuk dibawa pulang,” kata Sapni (34) warga Tangsi Gunung kepada padangmedia.com usai berebutan.
Sebelumnya Iwan Darmawan penyatakan Paguyuban Sapu Jagat kembali menggelar kegiatan ritual Grebek Suro guna menyambut masuknya tahun baru Islam satu Muharram 1437 Hijriyah.
Ritual yang kerap dilakukan setia satu suro telah menjadi agenda rutin tahunan. Untuk yang kelima ini didukung penuh oleh pemerintah kota dengan ditunjukkan terlibat langsung walikota dan wakil Walikota dalam kegiatan.
“Sesuai tradisi grebek suro yang diadakan di tanah luluhur kami juga akan melakukan ritual memandikan benda-benda pusaka berbagai jenis pada malam harinya untuk mengawali kegiatan,” kata Iwan. (tumpak)






