
JAKARTA- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H. Alirman Sori mengutuk aksi penyerangan terhadap Ustad Chaniago ketika sedang mengisi ceramah di Masjid Syukur, Batam. Aksi penyerangan pemuka agama seperti itu bukan yang pertama kali terjadi, sehingga harus diusut tuntas.
“Usut tuntas peristiwa penyerangan ustad, karena (ini) bukan peristiwa pertama kali terjadi,” tegas Alirman Sori, Rabu (22/09/2021).
Ustad Abus Syahid Chaniago di Masjid Baitusyakur, Batuampar, Batam, diserang orang tak dikenal ketika sedang memberikan ceramah. Alirman Sori menegaskan, harus diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
Alirman Sori mengapresiasi pihak kepolisian yang memberikan respon cepat terhadap kasus itu. Ia mengingatkan agar penegak hukum (Kepolisian) memproses peristiwa penyerangan ustad Chaniago secara transparan sesuai aturan hukum yang berlaku, sehingga publik dapat mengetahui bahwa proses hukum berjalan sesuai prinsip negara hukum.
“Apresiasi atas respon cepat kepolisian dan kami meminta proses hukum dilakukan secara transparan sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya lagi.
Alirman Sori mengingatkan agar penegakan hukum menggunakan hukum, sehingga prinsip bernegara dalam kontek negara hukum dapat terwujud. Tujuan dari penegakan hukum yaitu kepastian hukum, keadilan hukum dan kemanfaatan hukum.
Senator asal daerah pemilihan Sumatera Barat itu menambahkan, berulangnya peristiwa penyerangan ustad yang tengah memberikan ceramah agama di rumah ibadah dapat menganggu suasana kebatinan dan rasa takut para ustad dan jemaah di rumah ibadah. Karena selalu dihantui kekhawatiran akan adanya serangan tiba-tiba oleh orang tidak dikenal.
Mengantisipasi tidak berulangnya peristiwa itu, dia menilai sangat diperlukan pengamanan setiap ada kegiatan di rumah ibadah. Baik di masjid, gereja dan rumah ibadah lainnya, sehingga memberikan rasa aman kepada setiap orang yang melaksanakan kegiatan ibadah.
“Kita tentu sangat prihatin, peristiwa penyerangan ustad berulang kali terjadi. Sedang memberikan ceramah di rumah ibadah, tiba-tiba diserang orang tidak kenal. Mudah-mudahann penyerangan Ustad Chaniago di Batam jadi peristiwa yang terakhir,” tandasnya. (*)







