
PADANG- Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi atas keberhasilan Sumatera Barat menggenjot capaian vaksinasi Covid-19.
Apresiasi itu disampaikan saat kunjungan dua petinggi Polri dan TNI itu ke Padang, Sumatera Barat (Sumbar) Rabu (3/11/2021). Dalam waktu dua bulan, berhasil naik ke posisi sembilan terbawah dari sebelumnya kedua terbawah dalam capaian vaksinasi secara nasional dengan capaian 37,44 persen.
“Kemajuan vaksinasi Sumbar patut diapresiasi, dengan capaian 37,44 persen. Selama dua bulan, Sumbar berhasil naik jauh dari peringkat kedua terbawah menjadi kesembilan terbawah,” kata Sigit dalam pertemuan dengan Gubernur Sumbar Mahyeldi dan seluruh unsur Forkopimda di auditorium gubernuran.
Sigit menyebutkan, kemajuan tersebut adalah perubahan luar biasa, dan capaiannya tidak terlepas dari kerja sama seluruh unsur serta partisipasi masyarakat.
Dia berharap, percepatan vaksinasi itu terus berlanjut dalam upaya melindungi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Akselerasi percepatan vaksinasi harus terus digenjot mengingat kasus kematian di Sumbar akibat Covid-19 masih tinggi.
Menurut Sigit, dari 131 daerah di Indonesia yang mengalami kenaikan kasus kematian akibat Covid-19, delapan daerah di antaranya ada di Sumbar. Untuk itu, ia mengingatkan agar jangan lengah karena pandemi masih terjadi.
“Tetap mematuhi protokol kesehatan dan ikut vaksinasi merupakan kunci, agar penyebaran Covid-19 tidak terus terjadi dan risiko lebih buruk ketika terpapar bisa diantisipasi,” ujarnya.
Sigit juga mengingatkan untuk mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 pada libur akhir tahun (Natal dan tahun baru). Kemungkinan tersebut harus diantisipasi dengan tidak mengadakan kegiatan di luar rumah dan yang melibatkan banyak orang atau kerumunan.
Senada itu, Panglima TNI Marsekal Marsekal Hadi Tjahjanto juga mengingatkan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan Covid-19 gelombang ketiga seperti di Eropa, meskipun di negara-negara maju tersebut capaian vaksinnya sudah di atas 60 persen.
“Meskipun vaksinasi meningkat, ketika kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan menurun, kemungkinan lonjakan kasus bisa saja terjadi,” kata Hadi Tjahjanto.
“Tentunya kita tidak berharap hal itu terjadi, makanya jangan lengah dan jangan lalai terhadap protokol kesehatan,”timpalnya.
Hadi Tjahjanto meminta agar akselerasi percepatan vaksinasi Covid-19 di Sumbar dilakukan secara merata. Daerah kabupaten dan kota yang masih rendah capaian vaksinnya harus dipacu.
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Kapolri dan Panglima TNI tersebut. Dia berharap, kunjungan itu menjadi motivasi dalam meningkatkan upaya penanganan Covid-19 dan percepatan vaksinasi.
Kapolri dan Panglima TNI berkunjung ke Sumbar sekaligus untuk meninjau Gerakan Sumbar Sadar Vaksin dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19. Mahyeldi menyampaikan, upaya percepatan vaksinasi terus dilakukan dan daerah yang masih rendah menjadi prioritas.
“Dengan ketersediaan vaksin yang cukup, upaya percepatan terus dilakukan terutama di daerah yang capaian vaksinnya masih rendah,” ucap Mahyeldi.
Upaya memacu vaksinasi dilakukan dengan berbagai strategi. Jangkauan pelayanan juga diperluas hingga ke tengah masyarakat di nagari atau desa. Mahyeldi berharap, dengan berbagai strategi yang dilakukan tersebut, target 70 persen masyarakat mendapatkan vaksinasi bisa tercapai. Sumbar menargetkan sekitar 4,408 juta dari lebih 5,5 juta penduduk mendapatkan vaksinasi Covid-19. (Pebri)






