
TUAPEIJAT – Ketua CT Arsa Foundation, Anita Chairul Tanjung melihat potensi alam Kabupaten Kepulauan Mentawai sangat luar biasa untuk dikembangkan. Tinggal menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang solid untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi alam yang sudah ada.
“Kalau daerah mau maju, masyarakat harus merubah mindset dengan cara meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas, sehingga bisa membuat daerah bisa lebih baik lagi,” kata Anita Ratnasasri Chairul Tanjung saat berkunjung ke Mentawai, Minggu (4/3).
Selain melihat potensi alam di Mentawai, Anita juga akan menulis buku tentang Mentawai, tentang perempuan hebat, keindahan alam serta mempromosikan keindahan alam Indonesia, kebudayaan yang harus dijaga dan dilestarikan, setelah menjelajahi beberapa daerah di Indonesia.
“Tujuan kali ini berkunjung ke Mentawai, salah satunya melihat potensi pariwisata di Mentawai, sekaligus menjalankan program kegiatan CT Arsa Foundation, dimana filosofinya memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan, kesehatan yang optimal serta mendirikan sekolah-sekolah, terutama di daerah-daerah terpencil,” ucapnya.
Dikatakan, CT Arsa Foundation sudah berjalan selama 13 tahun sejak tsunami melanda berbagai daerah di Indonesia. Programnya mendatangi daerah-daerah untuk memantau apa yang menjadi kekurangan dan kebutuhan di daerah terpencil.
Salah satunya di daerah Kepulauan Mentawai, bahwa tingkat kemiskinan di Mentawai masih tinggi. Untuk meningkatkan SDM, harus memperbanyak penyuluhan ke daerah pelosok yang susah dijangkau sampai ke daerah pusat yang banyak masyarakat.
“Pendidikan itu hal terpenting untuk bisa merubah mindset, khususnya kaum perempuan,” ujarnya.
Anita juga meminta kepada penggerak perempuan di Mentawai untuk tidak lelah memberikan pendidikan yang berkualitas kepada masyarakat, baik yang berada di pelosok maupun yang berada di pusat kabupaten. Ia juga mengajak Pemkab Mentawai dan Dinas Pemberdayaan Perempuan untuk terus memperhatikan mutu pendidikan sekaligus kesehatan. Karena, tinggi pun pendidikannya, bila tanpa kesehatan yang optimal juga percuma, tukasnya. (ers)






