
PADANG – Sopir Angkutan kota (angkot) Kota Padang pagi ini, Rabu (20/9) dikabarkan akan melakukan aksi mogok dan unjuk rasa. Mereka seperti pada aksi sebelumnya, menolak kehadiran transportasi online yang sejak beberapa waktu terakhir mulai merambah Kota Padang.
Sopir angkot direncanakan akan berunjuk rasa ke rumah dinas Walikota dan Kantor Gubernur Sumbar. Seruan kepada para sopir angkot untuk melakukan mogok beredar luas di sejumlah tempat terbuka di Kota Padang.
Aksi dimulai dari pukul 09.00 WIB diawali dengan mogok angkot dengan titik kumpul sesuai daerah trayek masing-masing. Selanjutnya, peserta aksi menuju kantor Walikota Padang atau ke kantor Gubernur Sumbar menggunakan mobil angkot.
Tuntutan peserta aksi adalah menolak pengoperasian angkutan penumpang berbasis online (uber, grab dan go-car) di Kota Padang.
Di sisi lain, banyak warga Kota Padang yang menyayangkan demo sopir angkot yang menolak keberadaan transportasi online. Karena, selama ini angkot tidak memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para penumpang. Terlihat dari komentar di media sosial. “Teknologi tak bisa dibendung, kenapa harus dilarang transportasi online. Padang bisa mundur beberapa tahun ke belakang jika transportasi online ditutup,” tulis sejumlah warganet.
“Sopir sering ugal-ugalan. Belum lagi copet yang sering mengincar penumpang angkot. Pernah saya lihat dengan mata sendiri. Kenapa transportasi lain harus dilarang sementara angkot belum bisa memberi kenyamanan,” ujar Desi, seorang warga Air Dingin, Padang. (rin)






