
AGAM – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Agam, Jondra Marjaya meminta Pemerintah Kabupaten Agam memberikan perhatian khusus ke Kecamatan Palembayan. Karena, kecamatan itu menurutnya masih termasuk daerah tertinggal di Kabupaten Agam. Salah satu yang perlu diperhatikan saat ini adalah irigasi karena banyak yang jebol, sehingga banyak lahan pertanian beralih fungsi. Selain itu, guru honor juga butuh perhatian terutama soal gaji-gaji mereka.
“Kalau bisa, guru-guru honor itu diusulkan untuk menjadi PNS,” ungkap politisi Demokrat tersebut saat menghadiri musrenbang tahun 2019 Kecamatan Palembayan di aula Kantor Camat setempat belum lama ini bersama anggota dewan lainnya, Rizki Abdillah.
Jondra juga minta kepada Dinas Pariwisata agar memberikan perhatian kepada Kecamatan Palembayan karena masih banyak potensi-potensi wisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Tidak hanya itu, pasar-pasar dan sarana olahraga seperti lapangan bola kaki, basket dan lain sebagainya juga harus diperhatikan tentang kejelasan tanahnya. Jangan sampai nanti terjadi masalah terkait dengan tanah. Karena, sarana olahraga sangat berguna bagi generasi muda agar terjauh dari pengaruh narkoba dan pergaulan bebas,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Agam, Rizki Abdillah melalui Humas DPRD Agam, Hasneril menyebut, pembangunan jalan dari Padang Koto Gadang ke Matur agar didukung bersama-sama agar dapat berjalan lancar. Karena, dengan diperbaikinya jalan tersebut, bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar.
“Selain itu, KK miskin perlu juga jadi perhatian pemerintah. Masih banyak keluhan dari masyarakat terkait dengan pembagian raskin,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Fasilitator Musrenbang, Mulyadi, menyampaikan bahwa saat ini Agam telah menerapkan e-planning dalam perencanaan pembangunan. Ia menyebutkan, sesuai mekanisme yang ada, musrenbang merupakan bagian penting dalam pematangan persiapan dan rancangan pembangunan daerah yang bermuara pada penetapan skala prioritas yang dibutuhkan masyarakat. Musrenbang juga dihadiri Kepala OPD, Forkopimda Plus, Walinagari, Ketua Bamus, Ketua KAN, kepala sekolah, tokoh masyarakat dan stakeholder lainnya. (fajar)






