
BOGOR – Kota dan kabupaten di Indonesia yang kepala daerahnya telah berkomitmen dalam pelestarian kota pusaka harus terus berkelanjutan melakukan pengembangan. Hal itu disampaikan mantan Walikota Sawahlunto dan Ketua Jaringan Kota Pusaka Indonesia, Amran Nur usai kegiatan Temu Pusaka Indonesia di Bogor, Minggu (11/10).
“Terlebih bagi daerah yang sudah melakukan penguatan terhadap pemeliharaan pusaka serta warisan budaya. Kalau ini tak berkelanjutan, maka apa yang telah diprogramkan dan dilakukan selama ini tak akan membuahkan manfaat bagi pengembangan kawasan serta manfaat bagi daerah tersebut,” katanya.
Mantan Walikota penerima anugerah Tokoh Tempo 2012 itu meminta daerah yang telah tergabung dalam JKPI terus melakukan upaya pengoptimalan tahapan pelestarian warisan pusaka budaya. Karena, dalam JKPI yang kini beranggotakan 53 kota dan kabupaten, mengembangkan kerjasama dengan instansi-instansi terkait untuk meningkatkan kesatuan gerak pada masa yang akan datang.
“Apa yang selama ini cagar budaya kan tidak di pandang, tidak dianggap penting. Padahal, dengan memaksimalkan potensi cagar budaya yang ada di tiap daerah dapat meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Amran Nur juga berharap kepada Kota Sawahlunto yang selama ini sebagai kota penggerak dalam komitmen pelestarian warisan pusaka budaya untuk terus meningkatkan peran semua pihak dalam mewujudkan warisan dunia.
“Kini manfaatnya sudah terus muncul kalau pelestarian pusaka itu ditindaklanjuti. Bahkan, akan mengairahkan pariwisata dan usaha kecil menengah serta perekonomian rakyat,” sebutnya.
Ia juga sangat mengapresiasi komitmen Kota Bogor melalui walikotanya Bima Arya dalam mengawal dan melestarikan pusaka budaya di kotanya. “Tak mudah kepala daerah punya komitmen melestarikan pusaka budaya,” tegasnya.
Di tengah desakan kapitalisme dan menjamurnya pertokoan serta pengembangan kawasan perekonomian, butuh komitmen kepala daerah untuk menjaga pusaka daerah. Kalau tak dilestarikan, akan hilanglah identitas kota Bogor dan sekitarnya yang sangat memiliki momen sejarah bangsa dan dunia serta aset seni budaya yang dapat memiliki nilai histori bagi generasi nanti, katanya. (tumpak)






