Alumni STM Muhammadiyah Padang Banyak Jadi Orang
  • Home
  • Berita
  • Alumni STM Muhammadiyah Padang Banyak Jadi Orang

Alumni STM Muhammadiyah Padang Banyak Jadi Orang

Salah seorang alumni menyerahkan bingkisan kepada mantan kepala sekolah dan mantan guru agama. (der)
PADANG – Banyak yang tak mengira, siswa-siswa yang dulunya dikenal ‘nakal’ dan selalu mendapat nilai jeblok, jika pada kemudian hari bisa menjadi ‘orang’ juga. Seperti yang dibuktikan sejumlah alumni angkatan 1981 STM Muhammadiyah Padang yang melaksanakan reuni di Kemang Resto, Alang Laweh, Minggu (26/7) malam.Sekitar 60 orang alumni sekolah yang sekarang bernama SMK Muhammadiyah 1 Padang itu ‘blak-blakan’ mengungkapkan kenakalan mereka masa di sekolah dulu. Bahkan, mereka terus terang mengungkapkan kenakalan mereka itu di hadapan mantan Kepala Sekolah dan mantan guru agama yang pernah mengajarnya.

Namun, sang Kepala Sekolah, Ibrahim memaklumi kenakalan itu karena menurutnya merupakan bagian dari refleksi remaja yang sedang mencari jati diri. Yang penting, mereka masih punya kemauan untuk belajar.

“Tapi sekarang, saudara semua akirnya menyadari, bahwa apa yang kami ajarkan tersebut merupakan suatu yang berguna untuk saudara semua,” ungkap mantan Kepsek yang sudah mulai renta itu.

Sementara itu, Ketua Alumni Angkatan 1981 STM Muhammadiyah Padang, Yeswer mengatakan, setelah lulus dan akhirnya berkarir sebagai guru, dirinya juga merasakan seperti yang dirasakan guru – gurunya dulu. “Pantaslah Bapak dan Ibu marah kepada kami jika nakal dan tidak mau mengikuti pelajaran,” katanya.

Menurut Yeswer, berkat asuhan para guru pada akhirnya para alumnus sekolah yang terletak di Simpang Haru tersebut bisa menempuh kehidupan yang lebih baik sekarang ini.

“Beberapa di antara kami mengisi instansi – insatansi pemerintahan. Ada yang menjadi pejabat, polisi, pengusaha dan teknisi. Bahkan, ada yang sudah berkeliling dunia dan dipercaya perusahaan multinasional,” kata Yeswer.

Reuni yang dilaksanakan sebagai ajang silaturahim sesama alumni dalam rangka Idul Fitri ini diinisiasi oleh salah seorang alumnus, Yurnalis. Pria ini termasuk yang paling “banyak parangai” ketika di bangku sekolah dulu. Tapi Yurnalis sekarang adalah seorang nakhoda dari kapal asing yang berpusat di Houston, Amerika Serikat. Jika Yurnalis dulu selalu bolos saat mata pelajaran agama, maka Yurnalis sekarang terlihat lebih religius dan telah pula menunaikan ibadah haji.

“Akhirnya saya menyadari, jika yang diajarkan guru agama dulu merupakan bekal kita di kemudian hari,” ungkap Yurnalis di hadapan mantan guru agamanya yang disapa Anduang itu.

Sebagai penghargaan terhadap guru, alumni memberikan bingkisan kepada mantan Kepala Sekolah dan mantan guru agama mereka yang telah sepuh. Penghargaan diserahkan secara simbolis oleh Yeswer dan Yurnalis.

Sedangkan menurut Bustam selaku humas Angkatan 1981 STM Muhammadiyah Padang mengatakan, selama ini angkatannya rutin mengadakan pertemuan setiap tiga bulan sekali. Pertemuan tersebut dihadiri oleh alumnus yang kebetulan berdomisili di Padang atau daerah terdekat lainnya di Sumatera Barat.

“Dalam pertemuan kami juga menghadirkan ustad untuk memberikan tausiyah. Dan sebagai bentuk kebersamaan, maka kita juga memungut iuran untuk kegiatan – kegiatan seperti ta’siyah maupun perhelatan sesama alumni,”ungkapnya. (der)

Berita Terkait

Leave a Reply