PADANG – Ikatan Keluarga Alumni (IKA Unand) menggalang aksi peduli terhadap gempa Aceh, Rabu (7/12). Unand melalui Fakultas Kesehatan mengirimkan enam orang dokter ke daerah gempa di Pidie Jaya bersama relawan IKA Unand.
Kolega Tim Relawan Medis Fakultas Kesehatan (FK) Unand dr. Ullya menyebutkan, tenaga medis tersebut adalah tiga orang dokter spesialis dan tiga orang dokter spesifikasi residen bedah.
“Tim medis sudah diberangkatkan pagi tadi menuju Kualanamu (Medan) dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM),” katanya, Kamis (8/12).
Dokter spesialis yang dikirimkan, katanya, adalah dokter spesialis ortopedi karena belajar dari pengalaman bahwa korban bencana gempa sebagian besar mengalami patah tulang sehingga Unand mengirimkan dokter spesialis ahli tulang. Mereka akan dibantu oleh tiga dokter residen bedah.
Sekretaris Jenderal IKA Unand Reni Maryeni menyebutkan, pengiriman enam orang dokter alumni Unand tersebut adalah sebagai gerakan sosial dari IKA Unand dengan menggandeng kampus. IKA Unand mengkoordinasikan dengan Fakultas Kesehatan dan juga Rumah Sakit Umum Pusat M Djamil.
Seperti diberitakan, gempa berkekuatan 6,5 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Pidie Jaya, Bireueun dan Kabupaten Pidie pada Rabu (7/12) pagi sekitar pukul 05.03 Wib. Gempa berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer dengan titik koordinat 5.19 LU dan 96.36 BT.
Hingga malam tadi (Rabu, 7/12) sekitar pukul 20.30 Wib, kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengkonfirmasikan sebanyak 94 orang meninggal dunia, 128 orang luka berat dan 489 orang luka ringan. Daerah terbanyak jatuh korban adalah Kabupaten Pidie Jaya. (feb/*)






