
JAKARTA- Kepergian Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2016-2021 H. Nasrul Abit menghadap Sang Khaliq meninggalkan duka bagi banyak orang. Banyaknya kebaikan yang ditinggalkan tokoh panutan itu menjadi kenangan baik yang sulit dilupakan.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H. Alirman Sori menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Bupati Pesisir Selatan dua periode itu. “Kepergian almarhum menjadi kabar duka bagi seluruh masyarakat terutama Pesisir Selatan karena merupakan salah seorang putera utama daerah,” kata Alirman melalui aplikasi percakapan, Sabtu (28/8/2021) malam.
Mengenang sosok Nasrul Abit, Alirman Sori yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Pesisir Selatan ketika masa kepemimpinan Nasrul Abit periode pertama sebagai bupati, adalah pribadi yang santun.
“Baik sebagai pribadi maupun sebagai pejabat, almarhum adalah sosok yang santun. Sangat menghormati orang lain dan menghargai perbedaan pendapat,” katanya.
Sehingga, lanjut Alirman, hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan DPRD di masa itu berjalan sangat harmonis. Berbagai persoalan yang menjadi dinamika dalam pembangunan daerah dapat diselesaikan dengan baik.
“Sepuluh tahun kepemimpinan almarhum sebagai bupati, setelah sebelumnya mendampingi H. Darizal Basir selama lima tahun sebagai wakil bupati, membawa kemajuan sangat pesat bagi Pesisir Selatan,”kenangnya.
Nilai tambah lainnya dari sosok Nasrul Abit menurut Alirman adalah sangat peduli dengan masyarakat. Sangat konsern dengan program-program pembangunan daerah yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
“Pada masanya, indeks pembangunan manusia, angka harapan hidup, harapan lama sekolah serta pengentasan kemiskinan menjadi perhatian besar hingga kemudian berhasil membawa Pesisir Selatan keluar dari status daerah tertinggal, itu di masa kepemimpinan Nasrul Abit,” ucapnya.
Adalah sangat manusiawi ketika tokoh itu berpulang, masyarakat khususnya di Pesisir Selatan sangat kehilangan. Nasrul Abit menerapkan pola kepemimpinan yang merakyat, santun dan beretika. Ditambah lagi, almarhum adalah sosok yang humoris sehingga serumit apapun persoalan yang sedang dihadapi tidak membuat suasana pembahasan menjadi tegang dan kaku.

Alirman menyampaikan doa, semoga amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT, diberikan tempat di surga-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi keikhlasan dan kekuatan iman.
“Sebagai seorang pemimpin dan tokoh masyarakat, Nasrul Abit layak mendapatkan penghargaan yang tinggi atas keberhasilannya membangun daerah,”ungkap senator Sumatera Barat asal Pesisir Selatan itu.
Seperti diberitakan, H. Nasrul Abit tutup usia pada Sabtu (28/8) dini hari sekitar pukul 01.39 Wib. Almarhum meninggal dalam usia 66 tahun, ketika menjalani perawatan di ruang ICU RSUP M Jamil Padang.
Jenazah almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga di Labuhan Tanjak Air Haji Kecamatan Linggo Sari Baganti. Nasrul Abit meninggalkan seorang istri, Hj. Wartawati dan tiga orang anak, satu putri Nia Widyanti Nasrul dan dua orang putra, Denis Saputra dan Nasta Oktavian. (Febry)






