
PADANG- Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI H. Alirman Sori menegaskan, peredaran dan penyalahgunaan narkoba khususnya di Sumatera Barat sudah pada level sangat mengkhawatirkan. Persoalan ini harus disikapi lebih serius oleh semua pihak agar upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkoba itu berjalan maksimal.
Hal itu ditegaskan Alirman Sori saat diskusi dengan awak media di Padang, Kamis (18/7/2027). Menurutnya, sangat miris saat ini di Sumatera Barat yang terkenal dengan filosofi Adat Basandi Syara dan Syara Basandi Kitabullah, kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba semakin meningkat.
“Setiap tahun kasus peredaran maupun penyalahgunaan narkoba di Sumatera Barat menunjukkan tren meningkat, kondisi ini tentu membuat kita miris,” ujarnya.
Dia mengungkap, dari kunjungan ke beberapa rumah tahanan negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), jumlah warga binaan kasus narkoba lebih banyak dari kasus lainnya. Demikian juga secara gender, warga binaan kasus narkoba tidak lagi didominasi laki-laki namun juga kaum perempuan.
“Menyikapi kondisi ini, kami di DPD memiliki kepentingan untuk menggali lebih jauh karena persoalan ini menjadi bagian dari kewenangan DPD untuk kepentingan daerah, apakah regulasinya, penegakan hukumnya, maupun kondisi sosial masyarakatnya, ini akan menjadi kajian untuk masukan dalam rangka revisi UU Narkoba,” tegas Alirman.
Dia menambahkan, diskusi yang dilakukan dengan berbagai elemen masyarakat termasuk dengan awak media adalah untuk mendalami persoalan tersebut. Informasi yang diperoleh akan memberikan gambaran kondisi serta faktor-faktor penyebab maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba untuk dijadian masukan terkait rencana revisi UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba.
Lebih jauh, Alirman Sori menyampaikan saat ini Sumatera Barat bukan sekedar daerah lintasan peredaran narkoba namun sepertinya sudah menjadi “destinasi”. Kondisi ini merujuk kepada semakin banyaknya kasus peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang terungkap, bahkan hingga ke pedesaan.
Dalam kesempatan itu, Alirman Sori juga mengingatkan kepada kaum alim ulama, cerdik pandai, bundo kanduang, para pemuda untuk ikut aktif dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan masing-masing. Selain itu, para orang tua hendaknya juga selalu memberi perhatian kepada anak-anaknya dan mengarahkan mereka kepada kegiatan positif.
“Tanpa keterlibatan semua pihak, persoalan ini tidak akan bisa diberantas secara tuntas. Kami ingatkan, narkoba mengancam masa depan generasi muda harapan bangsa,” tegasnya. F






