
AGAM – Lomba Paragliding Trip Of Indonesia (TROI) seri II di Objek Wisata Puncak Lawang, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam setidaknya dinikmati 3.000 pengunjung setiap harinya. Mereka tersebar di sepanjang jalan raya dari Matur-Bayur, termasuk di lokasi start dan landing.
Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Agam, Hadi Suryadi, iven tersebut diminati masyarakat karena menjadi iven langka di daerah itu. Paling-paling bisa dinikmati sekali dalam setahun. Di sisi lain, karena iven dimaksud terbilang ekstrim dan penuh petualangan.
“Lomba paragliding tersebut memang bukan iven tontonan seperti festival, tetapi penampilan keterampilan para glider untuk merebut tempat terbaik dalam lomba,” katanya saat ditemui padangmedia.com di Lubuk Basung, Senin (8/5).
Ia berharap dengan adanya lomba yang diadakan pada 5-7 Mei 2017 tersebut bisa menjadi ajang promosi untuk semakin memperkenalkan objek wisata potensial di Kabupaten Agam.
“Puncak Lawang dan Danau Maninjau bukan objek baru yang sebenarnya sudah lama dikenal dunia pariwisata nusantara maupun manca negara. Tetapi, dengan adanya iven tersebut akan semakin menarik minat wisatawan berkunjung ke Agam. Itulah harapan kita semua,” ujarnya.
Dikatakan, iven yang dibuka Gubernur Sumbar itu merupakan rangkaian iven bergengsi. Hanya Agam yang mendapat kehormatan sebagai tempat pelaksanaannya di Sumbar. Kondisi demikian merupakan peluang bagi para pelaku pariwisata daerah untuk memanfaatkannya guna meningkatkan perekonomian anak nagari. (fajar)






