MENTAWAI – Akademi Komunitas Negeri Mentawai (AKNM) melakukan sharing dengan Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang handal untuk mahasiswa yang akan selesai tahun ini di bidang perikanan.
Wakil Direktur AKNM, Kurnia Sakerebau menyebutkan, pertemuan bersama Dinas Perikanan Mentawai tersebut untuk mensinkronkan peluang-peluang program kegiatan yang akan menjadi jembatan bagi mahasiswa dalam pengembangan perikanan di Bumi Sikerei.
“Jangan hanya kita bermimpi mendirikan relevansi perguruan tinggi di Mentawai. Namun, perlu pemberdayaan tenaga untuk menjadi mandiri untuk meningkatkan kualitas perikanan di Kabupaten Kepulauan Mentawai,” ujar Kurnia yang juga dosen di AKN Mentawai di ruangan Kadis Perikanan, Kamis (3/8).
Dikatakan, Akademi Komunitas Negeri Mentawai memiliki dua program yang berkaitan dengan perikanan, yaitu Program Budi daya Perikanan perairan laut dan air tawar serta Teknologi Pangan. Dua program tersebut akan disinkronkan dengan dinas terkait. Mahasiswanya juga akan melakukan praktek lapangan pada semester 4 untuk mematangkan program yang akan di laksanakan.
Melihat program di Dinas Perikanan Mentawai, menurut Kurnia, sangat nyambung dengan Akademi Komunitas Negeri Mentawai. Hal tersebut bisa menjadi partner kerja dan menjadi peluang bagi mahasiswa yang akan tamat baik secara swasta, dunia usaha dan industri dengan pengetahuan dasar yang dimiliki.
Dikatakan, jumlah mahasiswa dalam bidang perikanan yang akan tamat pada angkatan pertama sebanyak 30 orang. Merekalah yang nanti menjadi pilot project untuk membantu Dinas perikanan sebagai tenaga PPL terkait dengan program kelompok KJA di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Saat ini, potensi ikan tawar di Mentawai masih dalam upaya penjajakan. Karena belum ada kelembangaan resmi dalam penyediaan bibit, maka hanya sebatas penyurveian saja dan dalam rangka upaya pengembangan. Selain itu, Dinas Perikanan juga lebih mengutamakan pengelolaan potensi laut terlebih dahulu.
Para alumni Akademi Komunitas Negeri Mentawai diharapkan bisa menjadi wiraswasta dan mampu mengambil peluang-peluang dalam bentuk kerjsama dengan dinas terkait. Adapun biayanya gratis namun tetap dilakukan seleksi terhadap calon mahasiswa.
“Diharapkan mahasisnya betul-betul mampu mengembangkan dunia perikanan di Bumi Sikerei,” tukasnya. (ers)







