PADANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padang menggelar hearing dengan tenaga ahli tentang KUA-PPAS Tahun Anggaran 2016 di ruang khusus II, Senin (28/9). Pada pembahasan tersebut, Banggar menghadirkan dua akademisi, yakni Ruslan Ismail Mage dan Otong Rosadi.
Dalam pembahasan itu, anggota menerima masukan yang dinilai akan memperkuat saat pembahasan nantinya. Banyak poin-poin penting yang dapat menjadi pertimbangan bagi pihak DPRD ke depannya.
Berbagai masukan yang didapat dari hearing tersebut di antaranya adalah tentang Padang sebagai kota industri otak, kewirausahaan, kawasan wisata buku, kawasan wisata agamais, kota yang berbudaya dan beragama. Masukan tersebut disampaikan oleh Ruslan Ismail Mage sebagai narasumber dalam acara hearing tersebut.
Ruslan Ismail Mage menyampaikan, Kota Padang yang terkenal dengan kota religius dan berbudaya harus menerapkan investasi pendidikan sosial, budaya, dan komunikasi. Padang juga memiliki sejarah terhadap pergerakan kemerdekaan indonesia dan banyak orang-orang terdidik lahir dari Padang.
“Sekarang ini apakah memungkinkan Padang mencetuskan orang-orang yang demikian. Maka perlu dikonsep kembali dalam bentuk pendidikan, kewirausahaan dan pengembangan wisata,” katanya.
Wahyu Iramana Putra menegaskan, dalam bahasan tersebut DPRD akan selalu siaga menyuarakan program pembangunan. Dewan akan mengundang para pakar untuk memaksimalkan program birokrasi serta menyuarakan program yang dilaksanakan dan mempertanyakan semua acuan dari APBD.
“DPRD lebih mengutamakan program pembangunan yang produktif, apakah itu pembangunan pasar raya maupun pembangunan terminal,” ungkap Wahyu. (baim)






