Agustus 2015, Inflasi Sumbar Mereda

Agustus 2015, Inflasi Sumbar Mereda

PADANG – Laju inflasi Sumatera Barat bulan Agustus 2015 turun signifikan dari bulan sebelumnya. Inflasi bulanan Sumatera Barat pada Agustus tercatat  0,40 persen (month to month/ mtm), turun signifikan dari bulan sebelumnya 1,26 persen (mtm).

Siaran pers Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Barat menyebutkan, secara tahunan, tekanan inflasi terasa mereda dari 8,65 persen (year of year/ yoy) menjadi 7,23 persen (yoy). Angka inflasi Sumatera Barat relatif

“Angka inflasi Sumbar bulan Agustus tersebut relatif sama dengan laju inflasi nasional sebesar 0,39 persen (mtm). Sedangkan berdasarkan kota sampel inflasinya, inflasi Kota Bukittinggi sebesar 0,55 persen (mtm) lebih tinggi dibandingkan inflasi Kota Padang sebesar 0,38 persen (mtm),” kata Sekretaris II Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Barat, Bimo Epyanto dalam siaran pers tersebut, Jumat (4/9).

Kota Bukittinggi, menurut Bimo, menduduki urutan ke 19 dan Kota Padang pada urutan ke 33 dari 82 kota sampel di Indonesia.

Koreksi tarif angkutan udara setelah berakhirnya momentum lebaran menjadi faktor penyebab turunnya laju inflasi pada Agustus. Pergerakan harga kelompok administered price pada bulan Agustus 2015  mencatat deflasi sebesar -0,76 persen (mtm). Berakhirnya tradisi “pulang basamo” dalam libur lebaran dan liburan sekolah mendorong penurunan harga tiket pesawat terbang dan tarif angkutan antar kota sebagai dampak turunnya permintaan terhadap kedua jenis komoditas tersebut.

Sementara itu, kenaikan harga komoditas cabai merah dan biaya pendidikan menahan penurunan laju inflasi Sumbar lebih dalam lagi. Mulai masuknya tahun ajaran baru mendorong tekanan inflasi komoditas biaya pendidikan yang termasuk kelompok inflasi inti (core inflation) sebesar 0,46 persen (mtm). (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply