Agar Masyarakat Semakin Tanggap Bencana, Pemko Padang Akan Giatkan Pelatihan Mitigasi
  • Home
  • Berita
  • Agar Masyarakat Semakin Tanggap Bencana, Pemko Padang Akan Giatkan Pelatihan Mitigasi

Agar Masyarakat Semakin Tanggap Bencana, Pemko Padang Akan Giatkan Pelatihan Mitigasi

Image

PADANG – Wali Kota Padang Hendri Septa menyebut akan menggiatkan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana. Hal itu guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana seperti gempa bumi yang tidak terduga.

“Ke depan akan terus digiatkan sosialisasi mitigasi bencana, mengingat Kota Padang termasuk wilayah rawan bencana,” kata Hendri Septa.

Sejauh ini, menurutnya, warga Kota Padang sudah mulai memiliki respon yang baik dalam menghadapi bencana. Seperti menghadapi kejadian gempa magnitudho 6,9 yang melanda awal April lalu.

“Adanya respon yang luar biasa menunjukkan kesadaran dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana sudah baik. Tentu saja perlu terus ditingkatkan,” ujarnya.

Kota Padang juga memperoleh penghargaan Tsunami Ready Community. Penghargaan itu tidak boleh membuat warga lupa bahwa bencana datang tidak dapat ditentukan.

“Warga tidak boleh lupa bahwa bencana terjadi tidak mengenal waktu,” pungkasnya.

Sementara itu pascagempa yang terjadi beberapa waktu lalu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Padang Suaidi Ahadi menjelaskan terkait pola gempa atau guncangan. Dia menyarankan warga agar tidak panik dan terburu – buru melakukan evakuasi, tetapi mengetahui pola goncangan gempa dulu.

“Kota Padang merupakan daerah pesisir pantai yang rawan gempa dan tsunami karena termasuk daerah yang berada di kawasan Megatrusht Mentawai. Warga Kota harus belajar sehingga mereka dapat membedakan gempa yang terjadi,” katanya.

Suhaidi menjelaskan, gempa kuat terjadi mengayun dan membuat manusia tidak dapat berdiri dengan magnitudo 7 ke atas dan berpotensi tsunami. Jika guncangan gempa vertikal, menandakan gempa berjarak kurang dari 100 kilometer dari posisi berdiri.

“Gempa dengan guncangan vertikal ini potensi tsunami cenderung kecil,” ujarnya.

Sedangkan gempa yang dirasakan sangat kuat, membuat orang tidak dapat berdiri maka potensi tsunami sampai ke daratan hanya membutuhkan waktu 20 menit hingga 30 menit.

“Dalam waktu 20 menit hingga 30 menit itu harus dimanfaatkan untuk upaya mitigasi,” tukasnya.(DU)

Berita Terkait

Leave a Reply