
AGAM – Kabupaten Agam Sumatera Barat kini juga sudah punya ‘Kampung Inggris’. Adalah Nagari Lawang Kecamatan Matur yang ditetapkan pemerintah setempat menjadi Kampung Inggris.
Program itu merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah di bidang pendidikan dalam rangka mengembalikan indeks kecakapakan masyarakat Agam untuk berbahasa inggris.
Bupati Agam Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah saat peresmian kampung Inggris tersebut, Rabu (18/4) lalu mengatakan, dipilihnya Lawang sebagai kampung inggris karena memiliki semangat dan keinginan kuat untuk belajar berbahasa inggris. Ia minta gagasan kampung Inggris tersebut tidak layu sebelum berkembang. Karena itu, masyarakat setempat diminta belajar dengan sungguh-sungguh dan mempertahankan.
Dikatakan, Kampung Inggris Lawang akan menjadi sebuah wadah bagi generasi muda untuk menambah kemampuan dan skillnya, terutama di bidang Bahasa Inggris yang kelak akan mereka butuhkan dalam mengarungi dunia. Tujuan akhirnya sebagai industri otak di wilayah Agam.
Ke depan, bupati juga berharap, berdirinya Kampung Inggris Lawang akan memberikan semangat yang positif kepada generasi muda, khususnya di Kecamatan Matur. Karena, selain itu juga sebagai penggerak potensi sosial dan budaya yang ada pada masyarakat di Nagari Lawang.
“Semangat untuk terus belajar dan menambah ilmu pengetahuan yang secara otomatis nantinya akan menjaga generasi yang hebat dan cerdas,” kata bupati.
Indra Catri mengaku sudah lama merindukan Kampung Inggris. Apalagi sekarang zaman sudah berubah. Untuk itu, masyarakat dituntut untuk bisa berkemampuan bahasa asing, terutama bahasa Inggris.
Camat Matur, mengatakan, keberadaan kampung Inggris berawal dari gagasan bupati bersama masyarakat Lawang untuk menjadikan Lawang sebagai pusat kampung Inggris di Kabupaten Agam. Camat bersama walinagari dan OPD terkait sudah ditugaskan ke Kampung Inggris di Kediri untuk belajar bagaimana penerapan kampung Inggris.
Sementara itu, Walinagari Lawang Jamal Mukhtar mengatakan, berdirinya kampung Inggris sangat membantu masyarakat mengaplikasikan bahasa Inggris ke dalam bahasa sehari-hari. Sebelum terbentuknya kampung Inggris, anak-anak dibina oleh seorang guru Kampung Inggris Kediri, Azizah, selama 40 hari.
“Awalnya, target kita hanya 30 orang. Namun, sampai saat ini sudah mencapai 80 anak yang mendaftar untuk ikut belajar di sini,” jelasnya.
Ia menyebutkan, kegiatan itu juga sudah resmi sebagai Badan Usaha Milik Nagari. Hadir pada kesempatan itu, anggota DPRD Agam, Saharufin Dt majo Kayo Nan Tinggi, kepala OPD terkait, Camat Matur, walinagari se-Kecamatan Matur, Kepala Sekolah SMAdan SMP se-Kecamatan Matur. (fajar)






