AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat saat ini tengah mengembangkan Talas Safira. Sebagai bukti keseriusan, Dinas Pertanian Kabupaten Agam saat ini telah membuat demplot-demplot pengembangan pada beberapa kecamatan yang dianggap sesuai dengan kondisi dan iklim yang mendukung.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Afdhal melalui Sekretaris Dinas Pertanian Ir. Arief Restu, M.Si, Senin (17/4) mengatakan, saat ini sudah ada 500 kilogram Umbi Talas Safira yang siap dikembangkan menjadi bibit di kebun bibit Bupati Agam. Bibit itu dikirim langsung dari Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Umbi Talas Safira yang baru datang tersebut akan disemai terlebih dahulu pada polibag. Nantinya, bibit akan dibagikan bila telah tumbuh dengan baik.
“Talas Safira kaya sumber kalsium dan kalori. Tetapi, kandungan karbohidratnya rendah sehingga dapat dikonsumsi sebagai makanan diet, juga baik untuk penderita diabetes,” ujar Arief.
Selain itu, talas memiliki kandungan serat yang tinggi namun rendah kandungan lemak. Bahkan, kadar kolesterolnya 0 persen sehingga bisa melancarkan pencernaan dan peredaran darah. Selain umbi, seluruh bagian dari tanaman talas dapat dimanfaatkan seperti daun dan batang.
“Tanaman tersebut dapat diolah sebagai bahan pangan komersil, seperti keripik talas, bahan baku kue dan roti, bahkan bubur untuk bayi,” ujarnya menambahkan.
Hasilnya ternyata maksimal. Rata-rata dalam 1 hektar lahan mampu menghasilkan 10 hingga 20 ton talas safira.”Cukup diairi seminggu sekali, jika terlalu basah malah sulit untuk tumbuh kembangnya. Pemupukan dengan pupuk organik dan tak butuh waktu lama, hanya kisaran 4 bulan sudah dipastikan panen,” ujarnya pula.
Ide tersebut bermula saat Bupati Agam, Indra Catri menghadiri Pameran Apkasi International Trade and Investment Summit (AITIS) di Jakarta pada Mei tahun lalu. Saat itu, ia membawa pulang bibit talas safira untuk dilakukan uji adaptasi lokasi dengan menanam bibit tersebut di kebun bibit di pekarangan rumah dinas Bupati Agam. Ternyata, perkembangan umbi talas tersebut mampu beradaptasi dengan baik dengan menghasilkan 10-20 umbi berukuran yang sama seperti di daerah asalnya.
Untuk itu, Indra Catri berkeinginan agar talas safira dapat dikembangkan di Kabupaten Agam dalam upaya mendukung program strategis pembangunan daerah, melalui penguatan ekonomi rakyat di bidang kedaulatan pangan. Pengembangan talas safira sebagai produk pangan alternatif sebagai salah satu komoditi pemanfaatan pekarangan yang termasuk ke dalam Program “Agam Menyemai”. (fajar/*)







