
SOLSEL – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Solok Selatan Abdul Rahman mengingatkan wali nagari agar tidak ikut serta berpolitik pada pilkada serentak tahun 2020. Wali nagari sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan harus berdiri di atas semua golongan di tengah masyarakat.
Penegasan ini disampaikan oleh Plt Bupati Solok Selatan, Abdul Rahman usai melantik Dasril sebagai Penjabat (Pj) Wali Nagari Persiapan Pekonina Alam Pauh Duo, di Kantor Bupati Solsel, Jumat (19/6). Dasril dilantik menggantikan Syaiful Arpan yang memasuki masa pensiun sebagai ASN.
Abdul Rahman berpesan agar wali nagari dapat melaksanakan tugas dan fungsi sebagai pemerintahan terendah dengan baik sebagai pengayom masyarakat di nagari.
“Kalau terbukti ada yang berpolitik, maka wali nagari bisa disanksi sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kepada Pj wali nagari yang diangkat sumpah jabatan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk dapat melaksanakan tugas sebagai perpanjangan tangan pemerintah daerah.
“Maka kekuasaan yang diemban sebagai Pj Wali Nagari tidak dikehendaki melenceng jadi tim sukses atau ikutan berpolitik Pilkada,” pesannya.
Abdul Rahman mengingatkan, saat ini ada dua persoalan yang dihadapi. Pertama adalah pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 dan yang kedua adalah dampak wabah pandemi Covid-19.
Bagi yang terdampak pandemi tersebut, pemerintah mengambil kebijakan penyaluran dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan sudah didistribusikan mencapai 84 persen di tujuh Kecamatan yang ada di Solsel.
Rahman mengakui bahwa dalam penyaluran tetap saja ada persoalan. Disamping adanya data ganda, kasus perceraian, kematian, keberadaan di luar daerah dan lainnya, terkadang juga tingkat pemerataan para penerima di suatu nagari juga berbeda-beda.
“Sejatinya sisa 16 persen yang tidak mendapatkan BLT tersebut bisa jadi berasal dari ASN/TNI/Polri, serta masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Sehingga dimungkinkan terjadi pemerataan distribusi BLT di daerah tersebut. Namun, ternyata setiap nagari mempunyai komposisi yang berbeda-beda, sehingga tingkat pemerataan distribusi BLT juga akan berbeda-beda,” paparnya.
Kondisi-kondisi tersebut, menurutnya tentu membutuhkan kesabaran wali nagari serta dukungan dari berbagai pihak agar tugas pokok dan fungsinya dapat berjalan dengan baik.*
*Humasprokab Solsel






