PADANG – Kabupaten Agam hari ini (Selasa, 1/9/2020) mencatatkan pertambahan kasus positif Covid-19 tertinggi di Sumatera Barat. Dari 83 kasus positif, sebanyak 33 orang berasal dari Kabupaten Agam.
Juru Bicara Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Barat Jasman Rizal menyampaikan update perkembangan Covid-19 Selasa sore. 83 orang tersebut berasal dari sepuluh kabupaten dan kota.
“Total sampai hari ini telah 2.239 orang Warga Sumbar terinfeksi covid-19, setelah terjadi penambahan 83 orang hari ini. Pasien yang dinyatakan sembuh hari ini 18 orang, sehingga total yang sudah dinyatakan sembuh bertambah menjadi 1.242 orang,” kata Jasman.
Sepuluh daerah yang mencatatkan penambahan hari ini diurut berdasarkan jumlah, pertama adalah Kabupaten Agam dengan 33 kasus positif. Disusul Kota Padang dengan 18 orang positif.
Kota Bukittinggi di urutan ketiga dengan penambahan 10 orang positif. Kemudia Kabupaten Padang Pariaman bertambah 9 orang positif. Kota Sawahlunto bertambah 6 orang, Kabupaten Sijunjung 3 orang dan Kota Pariaman, Solok Selatan, Limapuluh Kota serta Kota Payakumbuh masing – masing bertambah 1 orang positif Covid-19.
Adapun dari Kabupaten Agam, dari rincian yang disampaikan terlihat berasal dari tiga kecamatan yaitu Palembayan, Matur dan IV Koto. Dari Kecamatan Palembayan tercatat sebanyak 14 orang, dari Matur 13 orang dan IV Koto sebanyak 6 orang. 13 orang dari Kecamatan Matur seluruhnya adalah pelajar yang terpapar dari klaster pesantren dengan rentang usia dari 11 tahun sampai 17 tahun.
Juru Bicara GTPP Kabupaten Agam Khasman Zaini, mengutip AMC menyebutkan 14 orang dari Palembayan merupakan klaster “baralek” (pesta pernikahan).
“14 warga tersebut masuk ke dalam kluster baralek di Palembayan, dan sekarang perawatan masih di rumah,” kata Khasman.
Sedangkan enam orang dari IV Koto masuk dalam klaster perantau dari Nias yang sebelumnya terkonfirmasi positif. “Ke enam orang tersebut menjalani perawatan di rumah,” lanjutnya.
Sedangkan, 13 orang dari Matur merupakan klaster Pondok Pesantren di Nagari Panta Pauah. Seluruhnya juga menjalani perawatan di rumah.
Khasman menerangkan, dalam sebulan terakhir penyebaran Covid-19 di Agam meningkat drastis. Dipicu adanya kelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat seiring diberlakukan kebijakan new normal (adaptasi kehidupan normal baru).
Kasus baru yang bermunculan itu didominasi kluster luar daerah, pondok pesantren dan aktivitas resepsi pernikahan yang kemudian berimbas pada terinfeksinya sejumlah warga. Khusus kluster baralek bahkan telah tercatat sebanyak 37 orang terpapar Covid-19 sementara ini semenjak terdeteksi kasus pertama pada 21 Agustus lalu.
“Kasus pertama terdeteksi di Jorong Batang Buo, Nagari Biaro Gadang, Kecamatan Ampek Angkek. Kemudian dilakukan penelusuran kontak pasien oleh GTPP Agam dan sampai sekarang telah ditemukan 37 kasus dari kluster baralek,” paparnya.
Data GTPP Kabupaten Agam, total kasus konfirmasi positif Covid-19 sampai hari ini berjumlah 149 orang, setelah tambahan 33 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 orang dirawat di rumah sakit, 13 orang karantina. Sedangkan 42 orang lainnya menjalani isolasi mandiri serta 3 orang meninggal dunia.
Kabupaten Agam berdasarkan kategori wilayah GTPP Covid-19 Provisi Sumatera Barat masuk ke dalam zona orange bersama empat kabupaten dan kota lainnya. (Febry)






