
PASAMAN – Sebanyak 31 siswa tingkat SLTA sederajat di Kabupaten Pasaman mengikuti ajang temu kreatifitas GenRe dan perkemahan bhakti saka kencana PIK Remaja tingkat Sumatera Barat yang diadakan di Kota Sawahlunto.
Keberangkatan para siswa yang berasal dari SMAN 1 Lubuk Sikaping, MAN 1 Pasaman, SMKN 1 Bonjol dan SMAN 1 Bonjol tersebut dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasaman, M. Saleh di halaman Kantor Bupati Pasaman.
Menurut M. Saleh, Rabu (29/8), program GenRe sangat baik diikuti oleh para remaja agar lebih matang dan siap dalam mengarungi kehidupan berkeluarga serta menciptakan sifat ramah dan tegar para remaja itu sendiri.
“Lewat program GenRe ini, kita berharap para remaja mampu melangsungkan jenjang pendidikan secara terencana, bekerja, serta menikah dengan penuh perencanaan sesuai siklus kesehatan reproduksi,” harapnya.
Selain itu, katanya, program GenRe juga dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan serta sikap dan perilaku positif remaja tentang kesehatan dan hak-hak reproduksinya.
“Sasaran program GenRe ini remaja usia 10-24 tahun dan belum menikah, keluarga serta masyarakat peduli remaja,” ucapnya.
Pusat informasi konseling remaja dan saka kencana adalah suatu wadah kegiatan program GenRe dalam rangka penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja dan mahasiswa kelak.
“Adapun pelayanan informasi dan konseling (PIK) remaja dapat dibentuk melalui jalur pendidikan, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi dan jalur masyarakat,” ungkapnya.
Ia meminta kepada para peserta agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, penuh semangat serta berlomba dengan menjunjung tinggi sportifitas dan kejujuran. Kepada para pelatih dan pendamping, diminta terus mengembangkan kemampuan para peserta.
“Kepada saudara-saudara pelatih, berikanlah pelayanan terbaik sesuai dengan bidang tugas masing-masing. Selamat berjambore, selamat berlomba bawa nama harum Pasaman,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pasaman, Yusnimar menambahkan, dalam ajang tersebut, para remaja itu akan mengikuti sebanyak 11 cabang lomba. Kegiatan dipusatkan di Camping Ground Kandih, Sawahlunto selama empat hari.
“Kegiatan ajang temu kreatifitas tersebut dilaksanakan mulai 28-31 Agustus 2018. Jenis lomba yang diikuti, yakni ustadz/ustadzah GenRe, story telling GenRe, pentas kreasi seni, fun cooking, cipta mars GenRe, jelajah adventure, pionering, flashmob of GenRe, ranking 1 GenRe hebat, enterpreuner of GenRe, dan tapak perkemahan,” ucap Yusnimar.
Kata Yusnimar, banyak manfaat yang akan didapat para remaja. Selain membentuk mereka menjadi remaja yang tangguh, mereka juga akan ramah, beretos kerja, berintegrasi dan berjiwa gotong royong. (riki)






