26 Pelajar SMA dan 12 SMP Terjaring Razia Gabungan Satpol PP Mentawai
  • Home
  • Berita
  • 26 Pelajar SMA dan 12 SMP Terjaring Razia Gabungan Satpol PP Mentawai

26 Pelajar SMA dan 12 SMP Terjaring Razia Gabungan Satpol PP Mentawai

MENTAWAI – Gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Kepulauan Mentawai mengamankan pelajar SMA dan SMP Tuapeijat karena diketahui membolos pada saat jam pelajaran sekolah.

“Kami berhasil mengamankan sebanyak 26 pelajar SMA Sipora dan 12 Pelajar SMP. Mereka kami bawa ke kantor Sat Pol PP untuk didata identitas mereka,” kata Kasat Binmas Polres Mentawai, AKP. Ihklas Razuki kepada padangmedia.com, Sabtu (4/11).

Dikatakan, razia gabungan yang dilakukan Sat Pol PP bersama TNI dan Polri Mentawai itu guna meminimalisir kenakalan remaja yang akhir-akhir ini meningkat.

Razia tersebut menitikberatkan di wilayah sekolah yang berada di Tuapeijat dan juga tempat-tempat yang biasanya digunakan pelajar lokasi nongkrong pada saat jam pelajaran.

Pelajar dibariskan di halaman Mako Sat Pol PP Mentawai untuk dilakukan pendataan identitas serta diberi pembinaan sambil menunggu perwakilan masing-masing pelajar untuk menjemput dan juga dipesankan kepada pihak sekolah dan orang tua lebih ketat mengawasi anak-anaknya.

“Sebenarnya, kita dari Polres Mentawai sudah sering melakukan sosialisasi kepada orang tua, pihak sekolah dan mendatangi rumah-rumah ibadah. Kita menghimbau agar menjaga pelajar tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri. Apalagi terkait keberlangsungan pendidikan anak itu sendiri,” tukas kasat Binmas.

Wakil Bupati Mentawai Kortanius Sabeleake menekankan kepada seluruh pelajar sebagai generasi muda, seharusnya serius dalam menimba ilmu pendidikan supaya menjadi anak bangsa yang akan menjadi cikal bakal pemimpin nantinya.

“Bukan bermalas-malas, membolos sekolah atau melakukan hal-hal prilaku tidak baik yang akan mencoreng nama baik sekolah atau layakya sebagai seorang pelajar,” ucapnya saat berikan arahan kepada pelajar di halaman Mako Sat Pol PP Mentawai.

Di daerah ini, kata Korta, seharusnya para pelajar lah yang akan menjadi pelopor, baik itu Polisi, TNI maupun menjadi pegawai Negeri untuk meneruskan cita-cita demi mewujudkan masa depan nantinya. Hal demikian menjadi peringatan pertama bagi pelajar yang kebiasan bolos pada saat jam pelajaran.

“Jangan dianggap sebagai simbol sekolah itu berbohong kepada orang tua. Sementara orang tua kalian bersusah payah mencarikan biaya sekolah demi suksesnya anak-anaknya. Jadi kalian mau menjadi apa nantinya kalau seperti ini,” tukas Korta. (ers)

Berita Terkait

Leave a Reply