
AGAM – Sebanyak 21 bunga Rafflesia berbagai ukuran tumbuh di hutan Cagar Alam Maninjau, tepatnya di Jorong Marambuang, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Khairil Ramadhan mengatakan, 21 bunga Rafflesia yang memiliki diameter 5 cm berbentuk umbi sebanyak 17 bunga, ukuran 65 cm atau sudah mekar sebanyak empat bunga.
“Dari empat bunga Rafflesia yang sudah mekar itu, tiga bunga sudah mati atau sudah berwarna hitam, dan satu masih mekar,” katanya saat dikonfirmasi padangmedia.com, Rabu (25/10).
Saat ini, 21 bunga Rafflesia itu belum diketahui jenisnya. Namun, jenisnya hampir sama dengan bunga Rafflesia Arnoldi, Rafflesia Biguida dan Rafflesia Azlanii. Untuk menentukan jenis tumbuhan parasit itu, BKSDA melakukan koordinasi dengan ahli dari Universitas Bengkulu, setelah pihaknya melakukan identifikasi ke lapangan.
“Kami telah mengirimkan data melalui email ke ahli bunga Rafflesia di Universitas Bengkulu,” katanya.
Ia menambahkan, bunga tersebut ditemukan oleh masyarakat sekitar saat meninjau lokasi sumber air untuk Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) pada Kamis (19/10). Saat itu, warga menemukan benda berwarna merah dan warga mencoba untuk menghindari lokasi itu.
“Mereka mengira benda itu merupakan sisa daging ternak yang dimangsa harimau Sumatera karena di lokasi tersebut merupakan daerah konflik antara harimau dengan ternak warga pada Maret 2017,”ujarnya.
Namun menjelang mereka pulang, salah seorang dari mereka mencoba untuk melihat dan ternyata benda tersebut merupakan tumbuhan. Setelah itu warga melaporkan temuan itu ke BKSDA dan BKSDA menurunkan tim untuk melakukan identifikasi pada Selasa (24/10).
“Jarak lokasi tumbuh bunga itu berada di pinggir hutan Cagar Alam Maninjau dan jarak dari permukiman masyarakat sekitar 600 meter dengan media tumbuh berada pada ketinggian 1.704 meter di atas permukaan laut (MDPL),” pungkasnya. (fajar)






