2018, Distan Agam Vaksin Enam Ribu Lebih Hewan Pembawa Rabies
  • Home
  • Agam
  • 2018, Distan Agam Vaksin Enam Ribu Lebih Hewan Pembawa Rabies

2018, Distan Agam Vaksin Enam Ribu Lebih Hewan Pembawa Rabies

Suntik rabies pada anjing. (ist)

AGAM – Pencegahan dan antisipasi terhadap penyebaran penyakit rabies yang dibawa oleh Hewan Pembawa Rabies (HPR) terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Agam. Salah satunya dengan melakukan vaksinasi gratis.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian setempat, sepanjang tahun 2018 telah dilakukan vaksinasi terhadap HPR sebanyak 6.802 ekor.

“Vaksinasi ini kita lakukan sebagai upaya pencegahan kasus rabies yang sangat berbahaya terhadap masyarakat”, ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Ir. Isman Imran, M. Si di ruang kerjanya, Rabu (9/1).

Dikatakan, penyakit rabies dapat berujung kematian kepada korban yang terkena gigitan HPR. Berdasarkan data di tahun 2018, terjadi kasus gigitan HPR sebanyak 210 ekor dengan hasil positif pemeriksaan laboratorium 14 ekor di Kabupaten Agam.

Sehingga, perlu kesadaran masyarakat agar mau melakukan vaksinasi terhadap hewannya yang berpotensi sebagai pembawa penyakit rabies, seperti anjing, kucing dan kera.

“Agar menjadi perhatian kita bersama untuk menjaga lingkungan yang aman dari resiko serangan rabies. Bagi pemilik HPR juga perlu melakukan pengandangan atau mengikat hewannya agar tidak berkeliaran,” imbau Isman Isman.

Sementara itu, Drh. Farid Muslim, M.Si, Kepala Bidang Keswan dan Kesmavet Distan Agam mengungkapkan, di tahun 2018, selain melakukan vaksinasi, Dinas Pertanian Kabupaten Agam juga melakukan sosialisasi bahaya penyakit rabies dengan sasaran anak-anak sekolah dasar.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi sedini mungkin bahaya penyakit rabies, sehingga anak-anak dapat lebih aktif memberikan informasi rabies serta penanganan luka akibat gigitan HPR dibantu orang-orang terdekat seperti orang tua, guru dan petugas.

“Sosialisasi ini kita lakukan di 22 Sekolah Dasar yang tersebar di Kabupaten Agam,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Farid mengungkapkan kegiatan vaksinasi dan sosialisasi akan terus dilakukan, sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari serangan hewan pembawa rabies maupun penularan penyakit hewan lainnya. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply