2 Tewas, 19 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir dan Longsor
  • Home
  • Berita
  • 2 Tewas, 19 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir dan Longsor

2 Tewas, 19 Rumah Rusak Berat Akibat Banjir dan Longsor

SUMUT – Dua orang warga dikabarkan tewas akibat banjir dan longsor di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. Sementara itu, 19 unit rumah juga mengalami rusak berat.

Informasi mengenai musibah tersebut disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (2/12). Menurut Sutopo, banjir dan longsor terjadi akibat hujan deras yang melanda sejak Selasa (1/12) pukul 17.00 hingga pukul 22.30 Wib.

“Akibatnya, air meluap dan mengakibatkan banjir dan longsor di beberapa kecamatan,” kata Sutopo.

Kecamatan yang terendam banjir antara lain Siantar Utara, Siantar Barat, Sitala Sari dan Kecamatan Martoba. Dua warga yang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yaitu satu orang warga Kecamatan Siantar Utara dan satu orang warga Kecamatan Siantar Barat.

Lebih jauh menurutnya, terdapat 19 rumah rusak berat, 10 rusak sedang dan beberapa jembatan rusak. Di Kelurahan Sipinggol-pingol, jalan terbelah sepanjang 300 meter. Beberapa warga mengungsi ke tempat yang aman.

BPBD Kota Siantar bersama TNI, Polri dan relawan melakukan upaya evakuasi, pendataan dan mendirikan tenda pengungsi serta dapur umum.

Sementara itu, penanganan darurat masih dilakukan akibat bencana puting beliung Desa Bonto Manai, Desa Topanda, Desa Tanah Harapan, Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba Sulawesi Utara yang terjadi pada Minggu (29/11) pukul 12.30 Wita. Tiga orang luka sedang. 10 KK / 40 jiwa mengungsi ke tenda pengungsian. Kerugian fisik meliputi 10 Unit rumah roboh atau rata dengan tanah, 33 Unit rumah rusak berat, 45 Unit rumah rusak ringan.

BPBD Kabupaten Bulukumba melakukan evakuasi, pendataan, mendirikan tenda pengungsian di dua desa dan memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan dasar bagi korban yang terdampak. Masyarakat dihimbau untuk terus waspada dari ancaman banjir, longsor dan puting beliung. Puncak hujan diperkirakan pada Januari 2016 mendatang sehingga ancaman bencana juga akan meningkat. Lakukan antisipasi baik di tingkat individu, keluarga maupun masyarakat dari ancaman bencana tersebut. Kenali bahayanya dan kurangi risikonya. (feb)

Berita Terkait

Leave a Reply