
TUAPEIJAT – Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) secara serentak di Kabupaten Kepulauan Mentawai tingkat SMP akan diselenggarakan pada tanggal 23 sampai 26 April 2018. Sebelumnya, seluruh pelajar akan melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN).
Kepala Bidang Sekolah menengah Dinas Pendidikan Mentawai, Qamaisir menyebutkan, peserta USBN dan UN tahun ini diikuti 1715 siswa-siswi SMP yang berada di 10 kecamatan di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Sekolah penyelenggara di Mentawai sebanyak 24 sekolah dan 7 sekolah lagi bergabung dengan yang belum terakreditasi.
Tujuh sekolah dengan status belum terakreditasi ialah, SMP Yos Sudarso, SMP GKPM Sikakap, SMP SW Tri Bakti Sikakap, SMP Lentera Harapan Siberut Selatan, SMP Santo Petrus Tuapeijat, MTs Terpadu Al Muhtadin Muara Sikabaluan dan MTs Swasta Ruhama Pasapuat.
“Jumlah seluruh sekolah yang akan mengikuti USBN dan UN nanti sebanyak 31 sekolah yang dilaksanakan secara serentak,” kata Qamaisir di ruang kerjanya, Senin (19/3).
Sebelum diselenggarakan Ujian Nasional, kata Qamaisir, seluruh siswa-siswi harus mengikuti Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN) dimulai pada tanggal 9 -16 April 2018. Soal ujian dirangkit oleh Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se Kepulauan Mentawai secara bersama.
Materi soal ujian lebih banyak yang dibuat oleh MKKS Mentawai dengan perbadingan 75 persen dan 25 persen soal dari pusat. Sebelumnya, tim MKKS Mentawai telah melaksanakan rapat koordinasi dalam pembuatan soal USBN di Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, dalam perangkitan soal ujian telah ditunjuk guru-guru yang potensial untuk dilatih, baik secara nasional maupun tingkat provinsi. Perakitan soal ujian sudah siap dicetak dengan memakai dana BOS, tinggal menunggu penyelenggaraan di 10 kecamatan.
Soal Ujian Nasional empat mapel itu, kata Qamaisir, seminggu sebelum dilaksanakan ujian lembaran soal sudah ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Penyelenggaraan ujian memakai dua versi, yaitu Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Namun untuk daerah Mentawai memakai Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).
Ia mengajak guru-guru menjelang dilaksanakan USBN dan UN untuk memberikan bekal tambahan sekolah sore. Bukan dalam memberikan materi, tetapi membahas soal-soal kurikulum 2006. (ers)






