15 Kelurahan di Delapan Kecamatan Terendam Banjir
  • Home
  • Berita
  • 15 Kelurahan di Delapan Kecamatan Terendam Banjir

15 Kelurahan di Delapan Kecamatan Terendam Banjir

JAKARTA – Sedikitnya 15 kelurahan di delapan kecamatan di DKI Jakarta terendam banjir, Sabtu (27/8). Banjir merendam 39 RW tersebut disebabkan tingginya intensitas hujan sejak siang hari. Banjir terkonsentrasi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Sejauh ini belum ada pengungsian akibat banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menerangkan, saluran drainase tidak mampu menampung dan mengalihkan aliran permukaan air.

“Hujan berintensitas tinggi seringkali menimbulkan banjir dan genangan air di wilayah Jakarta,” katanya, Sabtu (27/8) malam.

Sutopo menyampaikan, berdasarkan data sementara yang dihimpun BPBD DKI Jakarta, terdapat 39 RW di 15 kelurahan pada delapan kecamatan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur yang terendam banjir. Sebanyak 10.538 KK atau 31.622 jiwa terdampak langsung banjir.

Banjir di Jakarta Selatan meliputi Kecamatan Kebayoran Baru, Cilandak, Cipete Selatan, Pasar Minggu, Mampang Prapatan dan Pesanggrahan. Sedangkan di Jakarta Timur, banjir terjadi di Kecamatan Pasar Rebo, Ciracas dan Kramat Jati.

Daerah paling parah terendam banjir adalah Kelurahan Petogogan Kecamatan Kebayoran Baru. Sebanyak 39 RT di tiga RW kelurahan tersebut terendam air dengan ketinggian 90 sampai 100 centimeter. Banyak rumah dan kendaraan yang terjebak banjir.

Di Kecamatan Cilandak, ketinggian air antara 40 sampai 100 cm merendam 9 RW di tiga kelurahan yaitu Pondok Labu, Cipete Selatan dan Gandaria Selatan. Di Gandaria Selatan, ketinggian air mencapai 70 sampai 100 cm. Kendaraan yang nekad melintas mogok, demikian juga di Kecamatan Pasar Minggu yang meliputi Kelurahan Jatipadang dan Ragunan.

Saat ini, banjir di sebagian wilayah tersebut sudah mulai surut. Akibat banjir, kemacetan terjadi di berbagai ruas jalan di Jakarta. Warga diimbau untuk selalu waspada menghadapi banjir. Fenomena La Nina diperkirakan akan memberikan pengaruh terhadap meningkatnya hujan.

“Terlebih lagi pada saat musim hujan nanti, curah hujan diperkirakan akan meningkat lebih besar. Hujan lebat diprediksi berlangsung pada November 2016 hingga Maret 2017 nanti di wilayah Jakarta,” tutupnya. (feb/*)

Berita Terkait

Leave a Reply