15 Daerah di Sumbar Zona Oranye Covid-19, Tiga Kabupaten Dekati Zona Merah
  • Home
  • Berita
  • 15 Daerah di Sumbar Zona Oranye Covid-19, Tiga Kabupaten Dekati Zona Merah

15 Daerah di Sumbar Zona Oranye Covid-19, Tiga Kabupaten Dekati Zona Merah

Image
Perkenbangan IKM kabupaten/ kota di Sumbar, Minggu (9/5/2021). (Satgas-Kominfo)
Perkenbangan IKM kabupaten/ kota di Sumbar, Minggu (9/5/2021). (Satgas-Kominfo)

PADANG- Tiga dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat berada di ambang risiko tinggi penyebaran Covid-19 atau Zona Merah. Meskipun masih berada di Zona Oranye, namun skor data onset daerah itu berada di bawah 2,00.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Jaman Rizal, merilis perkembangan zonasi kabupaten/ kota berdasarkan indikator data onset pekan ke-61 yang dimulai hari ini (Minggu, 9/5/2021) hingga Minggu depan (15/5/2021).

“Berdasarkan hasil perhitungan data onset pada pekan lalu (pekan 60, red) indikator Satgas menetapkan 15 kabupaten/ kota berada di Zona Oranye dan 4 lainnya di Zona Kuning. Belum ada yang naik ke Zona Merah, maupun turun ke Zona Hijau,” papar Jasman di website Pemprov Sumbar, Minggu siang.

Meskipun belum ada yang naik ke Zona Merah, namun menurut Jasman, tiga kabupaten di Zona Oranye berada di skor paling buruk, di bawah 2,00. Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Limapuluh Kota dengan skor 1,98 dan Pasaman Barat dengan skor 1,93 serta terendah Tanahdatar dengan skor 1,85.

“Tiga kabupaten tersebut berada pada zona paling buruk, mendekati Zona Merah,” ujarnya.

Dia mengingatkan, Satgas di tiga kabupaten tersebut segera melakukan semua upaya yang dianggap perlu dan penting untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di wilayah masing-masing.

Zona Oranye atau daerah dengan risiko sedang penyebaran Covid-19 ditetapkan pada rentang skor antara 1,81 sampai 2,40. Jasman menyebut, Kabupaten Solok Selatan pekan ini menunjukkan tren yang baik dalam penanganan penyebaran covid-19 dengan skor 2,40. Kemudian Kota Padang dengan skor 2,38 dan Kabupaten Sijunjung dengan skor 2,31.

Selanjutnya, Kota Sawahlunto (skor 2,29), Kabupaten Solok (skor 2,24) dan Kabupaten Pesisir Selatan (skor 2,20). Kabupaten Padang Pariaman (skor 2,20), Kota Payakumbuh (skor 2,19) dan Kota Padang Panjang (skor 2,18).

Berikutnya Kabupaten Pasaman (skor 2,13), Kabupaten Agam (skor 2,13) dan Kota Bukittinggi (skor 2,00). Tiga terendah Kabupaten 50 Kota (skor 1,98), Kabupaten Pasaman Barat (skor 1,93) dan Kabupaten Tanahdatar (skor 1,85).

Empat daerah di Sumbar yang berada di Zona Kuning, sebut Jasman adalah Kota Pariaman skor 2,99, Kabupaten Kepulauan Mentawai skor 2,54, Kota Solok skor 2,44 dan Kabupaten Dharmasraya skor 2,41.

“Kota Pariaman pekan ini kembali menjadi yang terbaik dalam penanganan Covid-19 berdasarkan indeks kesehatan masyarakat,” sebutnya.

Lebih jauh, Jasman menerangkan, secara umum Provinsi Sumbar berada pada Zona Oranye penyebaran Covid-19 dengan skor 2,27. Kecenderungan rasio positivitas (Positivity Rate atau PR) meningkat.

PR mingguan Sumbar pada pekan ini adalah 8,74 persen. Meningkat dari sebelumnya di 8,27 persen, di atas standar WHO 5,0 persen.

“Patut diwaspadai, PR Sumatera Barat pada pekan ke 60 selalu berada pada posisi 10 persen sampai 23 persen,” tegasnya. (Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply