10 ASN di Sawahlunto Terindikasi Tidak Netral Dalam Pilkada
  • Home
  • Berita
  • 10 ASN di Sawahlunto Terindikasi Tidak Netral Dalam Pilkada

10 ASN di Sawahlunto Terindikasi Tidak Netral Dalam Pilkada

SAWAHLUNTO – Sebanyak 10 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Sawahlunto
terindakasi tidak netral selama proses pelaksanaan Pilkada beberapa waktu lalu. Diantaranya 1 kasus indikasi

keterlibatan ASN yang tergolong berat.

Hal ini disampaikan Pj. Walikota Sawahlunto Abdul Gafar, Senin (2/7).

Meskipun demikian, secara umum pelaksanaan Pilkada berjalan dengan aman dan lancar.
“Alhamdulillah pelaksanaan Pilwako Sawahlunto berjalan dengan baik. Dalam hal pelanggaran selama proses tersebut kita paling rendah di Sumbar dari 4 daerah yang mengikuti Pilwako,” jelas Gafar saat jumpa pers di Balaikota Sawahlunto.

Dia menambahkan ketidaknetralan ASN Kota Sawahlunto paling rendah dari 4 daerah di Sumbar yang melaksanakan Pilwako 2018.

“ASN yang terindikasi tidak netral sudah dipanggil oleh Panwaslu Kota Sawahlunto, 1 yang berat dan 9 sisanya ringan. Semua sudah dipanggil Panwaslu,” sambungnya.

Abdul Gafar menambahkan, 1 ASN teridentifikasi pelanggaran berat tersebut informasinya menggunakan media sosial dengan dengan pesan bersambung yang terindikasi mendukung calon petahana.

“Kalau terkait sanksi yang akan diberikan kepada ASN tersebut menunggu keputusan
Panwaslu Kota Sawahlunto yang diteruskan ke Komisi ASN,” ujarnya.

“Tingkat kesalahannya diputuskan oleh panwaslu kemudian diteruskan ke Komisi ASN. Kita menunggu saja apa keputusan dari Komisi ASN,” sebutnya.

Di kesempatan tersebut Abdul Gafar mengimbau kepada masyarakat untuk kembali membangun bersama Sawahlunto setelah Pilwako berlangsung. Dan mengajak wartawan untuk ikut mempererat persatuan antar masyarakat.

“Seperti harapan kita agar sampai pelantikan yang menjadi tugas kami dapat berjalan baik dan mari sama-sama kita dukung Walikota – wakil walikota Deri Asta – Zohirin sayuti pilihan rakyat kota ini,” pintanya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply