Tak Layak Pakai, Lapangan Sepakbola Unand Terbengkalai
  • Home
  • Artikel
  • Tak Layak Pakai, Lapangan Sepakbola Unand Terbengkalai

Tak Layak Pakai, Lapangan Sepakbola Unand Terbengkalai

Image

Oleh : SHADIQ OCTARYAN ADHEVIN

Mahasiswa Departemen Ilmu Komunikasi FISIP Unand, Angkatan 2022

Suatu kebanggaan bagi mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang memiliki hobi bermain sepakbola. Pasalnya, universitas tertua di Sumatera itu memiliki lapangan sepakbola sendiri yang memenuhi standard yang ditetapkan organisasi sepakbola tanah air. Para mahasiswa pecinta si kulit bundar dari seluruh fakultas dapat  menyalurkan hobinya di sini mengikuti bermain turnamen yang digelar. Secara terjadwal mereka juga berlatih fisik maupun teknik bermain di lapangan ini.

Hanya saja, saat ini kondisi lapangan sepakbola Unand itu sungguh memprihatinkan. Lapangan sepakbola tidak dipelihara dengan baik. Kondisi terkini, lapangan sepakbola itu memiliki rumput yang tidak rapi karena tidak pernah dipotong sehingga ada bagian lapangan yang tebal rumputnya tetapi bagian lainnya sedikit rumput. Selain itu lapangan juga bergelombang atau tidak rata yang tentunya membahayakan pemain saat berlaga. Jaring gawang juga tidak sempurna karena sudah compang-camping. Tak hanya itu, lapangan ini juga tidak memiliki garis pinggir yang menjadi ambiguitas saat pemakaian lapangan tersebut.

Sebagian mahasiswa yang pernah bermain di lapangan tersebut mengeluhkan kondisi lapangan. Mereka menyayangkan fasilitas penting dan lapangan bola satu- satunya di Unand memiliki kualitas yang buruk. Namun karena tidak memiliki pilihan lain, mereka mau tidak mau hanya bisa menggunakan lapangan tersebut untuk berbagai kegiatan mereka, seperti latihan sepakbola harian, sarana jogging, dan berbagai iven lainnya.

Pengalaman salah seorang mahasiswa Universitas Andalas saat bermain di lapangan tersebut yang bernama Adit, mengeluhkan jika lapangan sepakbola Unandtidak layak pakai. “Lapangan sepakbola Unand memiliki banyak kekurangan dan berbahaya bagi siapa saja yang bermain disana,” kata Adit, seorang mahasiswa Unand.

Seperti yang baru-baru ini terjadi, sebuah turnamen yang diadakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip)  telah memakan korban. Salah satu pemain mengalami kecelakaan saat bermain di lapangan tersebut. Sang mahasiswa mengalami dislokasi pada bagian angkle yang disebabkan oleh lapangan yang bergelombang dan tidak rata. Tak mengherankan jika banyak komentar pedas yang dialamatkan pada Unand akibat  pemeliharaan lapangan sepakbola yang buruk tersebut.

Lapangan sepakbola Unand dibangun pada tahun 1957, satu tahun setelah peresmian Unand sebagai salah satu universitas di Indonesia. Sejak saat itu, lapangan sepakbola Unand telah digunakan sebagai salah satu sarana berbagai kegiatan mahasiswa Unand. Tidak hanya sepakbola, kegiatan seperti atletik, konser, dan olahraga lainnya juga dilaksanakan di lapangan sepakbola ini.

Beberapa kali lapangan sepakbola ini telah direnovasi. Renovasi pertama dilakukan pada tahun 1976. Pihak kampus melakukan penambahan fasilitas sistem drainase untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengguna lapangan. Selanjutnya pada tahun 1989, lapangan sepakbola Unand diperluas dan dilengkapi dengan tribun di pinggir lapangan. Yang terbaru, pada tahun 2011 lapangan sepakbola Unand  direnovasi kembali dengan melakukan peningkatan kualitas rumput lapangan.

Untuk pemakaian lapangan ini, proses administrasinya bisa dibilang tidak cukup baik. Pasalnya selain mahasiswa, masyarakat sekitar dapat menggunakan lapangan  tersebut tanpa melalui perizinan pihak Unand. Sayangnya, pihak Unand sendiri juga tidak memberikan respon terhadap kejadian ini, dan cenderung membiarkan permasalahan ini. Hal ini lah yang menjadi salah satu penyebab kualitas lapangan sepakbola menjadi semakin memburuk. Untuk hal ini, agaknya pihak kampus seakan tutup mata.

Sedangkan di universitas tetangga, Universitas Negeri Padang (UNP) memiliki fasilitas lapangan sepakbola yang lebih baik. Mulai dari kondisi lapangan hingga izin  pemanfaatan lapangan terkelola dengan baik. Tidak semua orang dapat menggunakan fasilitas tersebut, termasuk mahasiswa UNP sendiri. Semuanya harus melalui prosedur yang telah ditetapkan oleh pihak kampus.

Seharusnya pihak kampus bisa memberikan perhatian lebih terhadap fasilitas yang ada di lingkungan kampus. Karena kualitas fasilitas lapangan ini yang tidak mumpuni, berbagai kegiatan yang awalnya direncanakan bakal diadakan di lapangan sepakbola Unand, harus dibatalkan mengingat kualitas lapangan yang buruk.

Namun belakangan ini agaknya ada kabar baik yang berhembus. Informasi yang berkembang menyebutkan pihak universitas akan melakukan renovasi dan merombak besar-besaran lapangan sepakbola tersebut. Lapangan sepakbola Unand digambarkan akan dijadikan semi stadion yang akan menjadi venue berbagai kegiatan di lingkungan Unand. Namun kabar ini masi simpang siur dan belum ada kepastian, para mahasiswa hanya bisa bersabar dan berharap, akan terealisasikannya renovasi besar-besaran yang akan dilakukan oleh pihak Unand. (**)

*) Tulisan ini merupakan salah satu tugas kuliah mahasiswa FISIP Unand, angkatan 2022

Berita Terkait

Leave a Reply