
Artikel oleh: Pebri D Chaniago
Pedagang kuliner di sejumlah lokasi di Kota Padang mulai kembali bergairah, setelah hampir dua tahun terperangkap dalam situasi pandemi Covid-19 yang bikin gundah. Setelah penyebaran virus tersebut terlihat semakin melandai, pelaku usaha kecil itu mulai berbenah menata kembali usahanya yang sempat morat marit.
Ujang, pedagang kuliner di kawasan Air Tawar, Padang mengaku kembali membuka usahanya sejak dua bulan lalu. Setelah melihat situasi pandemi yang mulai terkendali, dan kasus positif Covid-19 mulai berkurang.
“Karena sudah tidak banyak terdengar kasus korona, ditambah lagi aktivitas lainnya juga mulai bergerak, saya rasa juga sudah waktunya untuk kembali menata usaha,” kata Ujang dalam perbincangan di sela sarapan pagi di kedai kulinernya, Jumat (17/12/2021) pagi.
Menurut Ujang, masa pandemi terasa sangat berat bagi pedagang kecil sepertinya. Pembatasan kegiatan masyarakat dalam upaya mematuhi protokol kesehatan, memutuskan dia menutup sementara usaha kulinernya.
“Untuk menghindari kerumunan, dalam rangka mematuhi protokol kesehatan terpaksa harus tutup dulu sementara,” ujarnya.
Apalagi, tambahnya, usaha kulinernya banyak bergantung kepada aktivitas mahasiswa karena lokasinya dekat dengan salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Padang itu. Seiring kebijakan pemerintah memberlakukan belajar dan bekerja dari rumah, otomatis suasana kampus menjadi sepi.
“Mahasiswa kampus ini banyak yang pulang kampung, rumah kos di sekitar sini menjadi lengang. Padahal, sebagian besar pelanggan adalah anak-anak mahasiswa,” ujarnya.
Beruntung, dirinya memiliki beberapa usaha sampingan selain usaha kuliner. Meskipun usaha kulinernya tidak berjalan untuk sementara waktu, dia masih bisa memenuhi kebutuhan harian keluarga dari usaha lain tersebut. Ujang menjual sarapan pagi berupa nasi goreng, lontong sayur dan minuman ringan.
Cerita Deri, pelaku usaha kuliner di kawasan Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah sedikit berbeda. Dia justru memulai usahanya ketika wabah korona sudah mereda. Selama hampir dua tahun terkungkung pandemi, membuat usaha yang digelutinya sebelum ini mati suri.
“Karena pandemi sudah mulai mereda, aktivitas masyarakat sudah mulai normal kembali secara berangsur-angsur, jadi sudah waktunya untuk kembali membuka usaha dan pilihan saya jatuh kepada usaha kuliner,” kata Deri.
Namun, pelaku usaha kuliner Palanta DeU ini mengaku masih tetap berhati-hati dalam menjalankan usaha. Meskipun dia men-setting kedai kulinernya sekaligus untuk “tongkrongan” para kawula muda namun kursi dan meja masih disusun berjarak. Deri berjualan lontong sayur spesifik gulai kapau, serta menyediakan berbagai menu makanan lainnya seperti mie goreng, nasi goreng dan sebagainya,
“Walaupun kasus korona sudah jarang terdengar tapi untuk sementara masih tetap mengikuti protokol kesehatan. Kursi dan meja dibuat berjarak agar pengunjung tidak berkerumun,” ucapnya.
Setali tiga uang, Ajo Buyung pedagang nasi di kawasan Nanggalo Kota Padang mengaku baru sekitar dua bulan ini mulai ramai pembeli. Pada saat Covid-19 masih menjadi-jadi, sedikit yang berbelanja baik untuk makan di tempat maupun yang membeli nasi bungkus.
“Baru mulai ramai hampir dua bulan ini, kalau dulu waktu korona masih menjadi dagang nasi sepi,” katanya.
Sebelum pandemi Ajo Buyung mengaku bisa mengumpulkan omset hingga tiga juta rupiah setiap hari. Namun pada saat pandemi tengah menjadi-jadi, hanya ratusan ribu rupiah. Saat ini, omsetnya sudah mulai naik, kadang sampai satu juta bahkan lebih.
Cerita Ujang, Deri, hanyalah sebagian kecil dari ratusan bahkan ribuan orang yang berusaha di bidang kuliner di Kota Padang. Seiring tren penurunan kasus positif Covid-19, pelaku usaha mulai kembali beraktivitas, termasuk usaha kuliner tentunya. Baik Ujang, Deri maupun Ajo Buyung berharap Covid-19 segera berakhir, yang tentunya juga menjadi harapan semua orang agar terbebas dari kungkungan pandemi.
Ketika pandemi mulai melanda, usaha kuliner adalah salah satu yang paling terdampak karena tidak bisa leluasa beraktivitas. Aturan protokol kesehatan sebagai upaya mencegah penyebaran Covid-19 membuat usaha kuliner seperti mati suri. Meskipun kenyataan itu cukup pahit, namun para pedagang makanan tetap harus mematuhi dan hanya bisa berharap wabah pandemi segera berlalu.
Kini, setelah hampir dua tahun terbelenggu, sedikit demi sedikit harapan lepas dari pandemi mulai terlihat menghampiri. Covid-19 semakin melandai bahkan beberapa pekan terakhir tidak ada lagi terdengar kasus positif baru.
Informasi perkembangan kasus Covid-19 yang biasanya diumumkan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera Barat atau Satgas Kota Padang selalu ada tambahan kasus positif baru, beberapa waktu ke belakang boleh dikata sudah tidak ada lagi.
Dalam situasi yang perlahan membaik, pemerintah juga semakin gencar memberikan vaksinasi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota termasuk Kota Padang didukung oleh berbagai instansi dan lembaga terus memacu realisasi pemberian vaksinasi kepada masyarakat dengan target minimal 70 persen penduduk mendapatkan suntik vaksin hingga akhir tahun 2021 ini.
Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mengajak seluruh masyarakat yang belum divaksin untuk segera mendatangi pusat pelayanan kesehatan masyarakat terdekat. Selain itu, melalui Gerakan Sumbar Sadar Vaksin (Sumdarsin), pelayanan vaksinasi juga sampai ke perkampungan warga.
“Vaksinasi dilakukan sebagai ikhtiar medis, untuk membentuk kekebalan kelompok menghadapi pandemi Covid-19. Harapannya, vaksinasi bisa berjalan sesuai target sehingga masyarakat menjadi kebal terhadap serangan virus dan aktivitas perekonomian masyarakat bisa kembali bergerak normal,” kata Mahyeldi.
Pada kegiatan vaksinasi massal di Gebyar Sumdarsin Sabtu (18/12/2021), Mahyeldi menekankan agar masyarakat juga mewaspadai penyebaran Covid-19 varian baru yaitu Omicron. Masyarakat hendaknya selalu disiplin mematuhi protokol kesehatan agar tidak terjadi lagi penyebaran Covid-19. Setelah pandemi dapat diatasi, maka selanjutnya program pemerintah akan difokuskan kepada pemulihan ekonomi.
“Ayo divaksin, dan selalu patuhi protokol kesehatan agar kita segera keluar dari situasi pandemi, agar bisa memulai langkah pemulihan ekonomi. Masyarakat bisa kembali beraktivitas normal, roda ekonomi bergerak dan kesejahteraan kembali membaik,” ajaknya.
Selama hampir dua tahun pandemi melanda negeri, telah menimbulkan dampak yang besar terhadap seluruh sektor. Masyarakat pedagang kecil seperti usaha kuliner banyak yang terpaksa harus gulung tikar karena tidak bisa berjualan untuk mematuhi protokol kesehatan. Ketika wabah pandemi saat ini sudah mulai melandai, masyarakat berharap Covid-19 benar-benar berakhir. (Pebri)
Penulis Artikel: Pebri D Chaniago (Pebrius Dwinus)
Kode/ Ins: Pebri
Ditayangkan di Padang Media sekaligus di website Ubah Laku sebagai artikel program FJPP





