SAWAHLUNTO – Suasana haru menyelimuti saat temu alumni SMA Sawahlunto tahun 1980 / 1981 manakala salah seorang alumni Syafrizal menyampaikan testimoni waktu 35 tahun meninggalkan bangku SMA.
Pria yang kini Kepala Biro Umum Kemenag RI itu menyebutkan satu persatu rekan seperjuangan dan nostalgia pahitnya merintis ilmu dan menyambung pendidikan di tanah Jawa.
“Lika – liku itu mungkin ada kesamaan dan mungkin ada yang lebih pahit dilalui rekan –rekan lainnya. Namun kita yakin bekal yang diberikan saat SMA ditangan guru-guru yang sangat mulya kita bisa melewati rintangan itu” sebutnya.
Keharuan itu semakin kental di saat salah seorang guru mereka Oen Arafik menyampaikan kebanggaannya terhadap mantan muridnya pada reuni yang digelar di Hotel Ombilin Heritage ,Selasa (21/7).
“Kami bangga anak-anakku masih mengingat apa yang pernah diberikan, meski itu sudah menjadi tugas dan tanggunjawab sebagai pendidik,” sebut Bu Oen dalam sambutannya pada acara reuni yang juga dihadiri Walikota Ali Yusuf .
Di kesempatan itu Ketua Alumni SMA 1980/1981 dr. H. Yulson bersama Chandra dan Syafrizal menyerahkan bantuan berupa Alquran dan 1 unit laptop untuk almaternya itu, juga diserahkan bantuan dana kepada perwakilan 3 guru.
Usai sambutan dan penyerahan bantuan ini ditayangkan keledoskop selama sekolah serta menyantap jajanan saat sekolah berupa lepat, cendol, gorengan dan kerupuk.
Di sela-sela acara reuni itu, salah seorang alumni Chandra menyatakan keharuannya pada acara ini.
“Kita sudah 35 tahun tak berjumpa, dan belum pernah membuat acara reuni,” kata pria yang juga karyawan PT Bukit Asam itu. (tumpak)






