Kesamaan Penghasilan Per Saham dan Laba Bersih Per Saham yang Perlu Anda Ketahui
  • Home
  • Artikel
  • Kesamaan Penghasilan Per Saham dan Laba Bersih Per Saham yang Perlu Anda Ketahui

Kesamaan Penghasilan Per Saham dan Laba Bersih Per Saham yang Perlu Anda Ketahui

Penghasilan per saham dan laba bersih per saham sama-sama merupakan cerminan dari keuntungan perusahaan, namun hanya sampai disini kesamaan antara keduanya. Penghasilan per saham adalah rasio yang mengukur seberapa keuntungan perusahaan untuk setiap lembar sahamnya. Sedangkan laba bersih per saham, menghitung porsi keuntungan perusahaan yang dibayarkan perusahaan kepada pemegang saham.

Keduanya memiliki manfaat masing-masing bagi investor yang ingin mengakses keuntungan perusahaan dan gambaran secara umum. Dimana penghasilan per saham bisa menjadi indikator nilai perusahaan dan keuntungan yang dihasilkan setiap tahunnya. Sedangkan laba bersih per saham di lain pihak, bisa menjadi fokus saat Anda ingin memperhatikan laba yang akan bisa dibayarkan dan konsistensi yang bisa Anda harapkan dalam pembagian dividen. Keduanya penting untuk diperhatikan sesuai dengan tipe hasil investasi yang Anda tuju.

Penghasilan Per Saham

Penghasilan per saham berbicara tentang keuntungan perusahaan. Dimana ia merepresentasikan keuntungan bersih dari setiap lembar saham yang dimiliki oleh setiap pemegang saham. Anda bisa menggunakan ini untuk melihat kinerja perusahaan dalam penilaian nilai perusahaan yang sesungguhnya.

Penghasilan per saham bisa dihitung menggunakan formula ini:

Penghasilan per saham = (Keuntungan bersih – Pembayaran dividen) ÷ Jumlah lembar saham

Perhitungan penghasilan per saham adalah hasil pengurangan dari keuntungan bersih dengan dividen yang dibayarkan, kemudian dibagi dengan jumlah lembar saham yang tersedia.

Contohnya saat sebuah perusahaan memiliki 2 juta saham, dengan penghasilan di tahun tersebut sebesar Rp. 10 milyar, kemudian membayar dividen sebesar Rp. 1 milyar. Maka penghasilan per saham adalah = (Rp. 10 milyar – Rp. 1 milyar) ÷ 2 juta = Rp. 4.500 per lembar saham. Penghasilan per saham menjadi indikator keuntungan bersih perusahaan di tahun tersebut.

Laba Bersih Per Saham

Sedangkan laba bersih per saham merupakan jumlah yang didapatkan oleh pemegang saham lewat pembayaran dividen oleh perusahaan terkait. Satu lembar saham umum akan mendapatkan nilai yang sama dengan yang lain, dan tidak dibedakan lewat aturan apapun.

Laba bersih per saham dihitung dengan membagi jumlah dividen yang dibayarkan oleh perusahaan dalam suatu waktu, dengan jumlah saham yang beredar. Laba bersih per saham ini seringkali adalah turunan dari pembayaran dividen dalam satu tahun bagi shareholder secara rutin, tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.

Laba bersih per saham bisa dihitung menggunakan formula ini:

Laba bersih per saham = Jumlah dividen yang dibayarkan ÷ Jumlah lembar saham

Sebagai contoh, untuk sebuah perusahaan yang membayarkan dividen sebesar Rp. 1 milyar kepada pemegang saham mereka tahun lalu, dengan total lembar saham sejumlah 1 juta. Maka laba bersih per saham adalah sebesar = Rp. 1 milyar ÷ 1 juta = Rp. 1.000 per lembar saham.
Anda bisa melihat laba bersih per saham sebagai jumlah dividen untuk setiap lembar saham yang Anda miliki.

Kesimpulan

Penghasilan per saham memperlihatkan bagaimana keuntungan sebuah perusahaan dilihat dari keuntungan bersih dari setiap lembar saham yang dimiliki perusahaan. Dimana sekaligus menjadi variabel terpenting bagi investor dalam penilaian harga saham terkait.

Sebaliknya untuk laba bersih per saham, menghitung sebagian pendapatan perusahaan yang dibayarkan kepada semua pemegang saham. Meningkatnya nilai laba bersih per saham bisa jadi sinyal akan sehatnya perusahaan kepada pemilik saham. Karena alasan ini, banyak perusahaan biasanya membayarkan dividen dengan fokus untuk meningkatkan nilai laba bersih per saham.

l Penghasilan per saham dan laba bersih per saham merupakan cerminan dari keuntungan perusahaan
l Penghasilan per saham bisa menjadi ukuran seberapa keuntungan perusahaan untuk setiap lembar sahamnya
l Laba bersih per saham di lain pihak, mengukur laba perusahaan yang dibayarkan kepada pemilik saham.
Keduanya menjadi indikator penting yang perlu Anda perhatikan sebelum menentukan pilihan aset perusahaan yang ingin Anda pegang. Terlebih dalam perjalanannya, Anda bisa menggunakan keduanya untuk mengevaluasi performa perusahaan dalam satu tahun berjalan.

Jika Anda ingin mencari saham yang membagikan dividen rutin setiap tahun, Anda bisa mempertimbangkan perusahaan yang memiliki laba bersih per saham yang tinggi. Sedangkan penghasilan per saham lebih menilai peningkatan performa harga aset, dimana akan terlihat dalam naiknya harga saham per lembar dari aset tersebut. *adv

Berita Terkait

Leave a Reply