Kecerdasan Buatan Menguasai Kehidupan Manusia
  • Home
  • Artikel
  • Kecerdasan Buatan Menguasai Kehidupan Manusia

Kecerdasan Buatan Menguasai Kehidupan Manusia

A.S Jamil R Caniago

(Robert L. Solso, 14 Desember 2007) mengatakan bahwa, kecerdasan buatan diartikan secara luas sebagai cabang ilmu komputer yang berhubungan dengan pengembangan komputer ( perangkat keras ) dan program-program komputer ( perangkat lunak ) yang mampu meniru fungsi kognisi manusia. Kognisi mencakup pesepsi, ingatan, pemikiran, pemprosesan bahasa dan fungsi lain yang berhubungan yang dilakukan dengan cara yang kurang lebih pasti. Seperti kita bisa menyelesaikan soal matematika, membayangkan wajah teman kita, mengenali suara-suara yang kita dengar di sekitar kita dan bisa menentukan mana yang baik dan mana yang buruk bagi diri kita.

Pada zaman sekarang teknologi semakin hari semakih canggih. Baik itu yang biasa kita pakai yaitu Handphone yang biasa kita kenal dengan HP, sampai ke teknologi yang dipakai pada dunia industri atau pabrik-pabrik lainnya. Sudah hampir semua pabrik di dunia telah menerapkan sistem robot. Mulai dari cetakan, pembuat kemasan dan lain lainnya.

Tidak hanya dibidang industri, penggunaan teknologi seperti robot juga sudah banyak dipakai untuk menggantikan kinerja manusia. Seperti yang ada di India, dokter ahli bedah melakukan operasi pasien jarak jauh dengan menggunakan robot yang disebut dengan CorPath GRX. Robot itu dikendalikan dengan beberapa joystick sehingga memungkinkan ahli bedah untuk mengontrol secara real-time sambil melihat video streaming dan mengontrol dari jarak jauh dengan pasien.

Hal ini sebenarnya menimbulkan dampak positif yaitu bisa memudahkan kinerja dokter ahli bedah. Namun sebaliknya, hal tersebut sangat berdampak buruk kepada pasien yang di operasi, karena jika terjadi kesalahan sedikit saja pada robot, maka akan berakibat fatal bagi pasien yang di operasi. Tak hanya itu baru-baru ini heboh berita Presiden Joko Widodo akan memangkas pegawai eselon III dan eselon IV dengan robot. Kabarnya Presiden Joko Widodo akan menerapkan kebijakan ini pada Januari 2020. Otomatis dengan adanya kebijakan ini, peran kinerja manusia secara tidak langsung akan tergantikan oleh teknologi atau robot. Sedangkan peran eselon III dan eselon IV adalah masalah administrasi dan identik dengan pelayanan ke masyarakat. Jadi secara otomatis tingkat pelayanan akan berkurang jika kebijakan tersebut diterapkan. Tak hanya itu, banyak masyarakat Indonesia khususnya di perkampungan atau pedesaan yang masih awam akan teknologi. Banyak masyarakat Indonesia yang masih takut dengan komputer. Jadi bagaimana kebijakan ini diterapkan di Indonesia pada Januari 2020? Memang bisa dikatakan tidak mungkin.

Jika teknologi atau sistem penggunaan robot akan diterapkan pada masa akan datang, otomatis tenaga manusia akan berkurang dan lama kelamaan tenaga kerja manusia akan dikuasi atau digantikan oleh robot. Secara tidak langsung terutama di negara kita Indonesia akan banyak sekali masyarakat yang menjadi pengangguran. Bagi masyarakat yang awam dengan teknologi bisa jadi akan diperbodoh oleh teknologi yang ada. Karena banyak masyarakat Indonesia yang masih awam dengan teknologi.

Walaupun robot bisa dirancang dengan menyerupai bentuk manusia dan dimasukan akal didalamnya, tetapi tidak akan bisa menyamakan kedudukan manusia. Karena apa? Karena manusia diciptakan memiliki akal, hati dan perasaan. Lain halnya dengan robot atau teknologi yang dibuat untuk menggantikan peran atau kinerja manusia, tidak mungkin rasanya robot yang tidak memiliki perasaan akan bisa melayani manusia dengan baik. Robot hanya bisa di setting dengan menggunakan akal saja dan tidak bisa mengguakan perasaan.

Hendaknya, teknologi tidak menggantikan atau menguasai kinerja manusia, tetapi membantu kinerja manusia agar kera manusia bisa lebih ringan dan berdampak baik bagi manusia sendiri dan terutama untuk negara kita Indonesia. Agar bisa menandingi kemajuan negara lain baik itu bidang industri, ekonomi dan bidang lainnya.

Tetapi kalau dipandang dari segi agama islam, tentang pembuatan robot yang menyerupai bentuk manusia, Allah SWT melarang kita untuk membuat atau melukis yang meniru ciptaanya. Diantaranya dalam Firman Allah SWT dalam surah Al-Hasyr : 27 “Dia lah Allah yang Menciptakan, yang Mengadakan, yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik”. Dalam surah Al-Infithaar 6-8 “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakanmu ( berbuat durhaka ) terhadap Rabbmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu”. Ayat tersebut menetapkan aqidah yang tidak diragukan lagi bahwa membuat bentuk makhluk adalah merupakan hak Rabb sebagai pencipta dan pemberi bentuk. Tidak ada hak bagi seseorang untuk bersikap lancang berusaha menandingi Allah dalam mencipta dan membentuk.

Penulis : A.S Jamil R Caniago
NIM : 1815040072
UIN Imam Bonjol Padang

Tulisan ini dibuat terkait dengan adanya penugasan pada mata kuliah Psikologi Kognitif untuk membuat artikel dan mempubliskannya di redaksi atau website yang berkaitan.

Dengan ini penulis telah membuat pernyataan bahwa artikel yang dikirim, benar-benar dibuat oleh penulis sendiri tanpa ada campur tangan orang lain. Penulis menyatakan berani bertanggung jawab atas seluruh isi artikel.

Berita Terkait

Leave a Reply