
Sejak Brigadir Jenderal TNI Kunto Arif Wibowo menjabat sebagai Komandan resor militer (Korem) 032 Wirabraja, petani di berbagai daerah Sumatera Barat mulai mengenal satu jenis cairan fermentasi bernama BIOS 44. Petani dan peternak yang telah mencoba menggunakan BIOS 44 ini merasakan produksi pertanian dan peternakannya meningkat dengan biaya perawatan lebih hemat.
BIOS 44 ini dikenalkan secara masif ke berbagai daerah pelosok yang memiliki lahan produktif namun hasil panen tidak maksimal. Sebutlah misalnya di Lintau Buo, di Padangpanjang, Sawahlunto, Pesisir Selatan, Kota Padang hingga ke Kepulauan Mentawai.
Misalnya di Lintau Buo Kabupaten Tanahdatar. Salah satu kelompok tani di Jorong Dahlia Nagari Lubuk Jantan, yaitu kelompok tani Tanjung Mutiara sudah merasakan bagaimana BIOS 44 “bekerja” menggenjot hasil panen. Lahan milik anggota kelompok tani dijadikan demplot BIOS 44 oleh Komando Rayon Militer (Koramil) setempat.
Pada bulan Juli 2019 lalu, keltan Tanjung Mutiara Jorong Dahlia Nagari Lubuk Jantan mulai panen di lahan demplot BIOS 44. Hasil produksi padi anggota keltan tersebut sungguh di luar perkiraan.
Komandan Rayon Militer (Danramil) 04 Lintau Buo (waktu itu), Kapten Czi Dulmajid mengungkapkan, terjadi peningkatan hasil panen yang cukup signifikan setelah memakai BIOS 44. Pada lahan yang sama, hasil yang diperoleh meningkat jauh dibanding sebelum petani menggunakan BIOS 44.
“Ini merupakan panen perdana petani keltan Tanjung Mutiara setelah menggunakan BIOS 44 untuk lahan pertanian padi. Dari penghitungan masyarakat petani, hasil panen yang diperoleh naik signifikan dibanding sebelum menggunakan BIOS 44,” terang Dulmajid, Selasa (9/7/2019) lalu.
Tidak saja dari peningkatan hasil panen, anggota kelompok juga merasakan biaya pengolahan dan perawatan tanaman. Dengan menggunakan BIOS 44, petani dapat menekan biaya, seperti biaya pupuk dan penyemprotan hama tanaman.
Kapten Dulmajid menyebutkan, penggunaan BIOS 44 di wilayah kerjanya tidak saja ditujukan untuk petani padi sawah. Tetapi juga kepada peternak sapi, petani perkebunan, peternak ikan dan sebagainya. Peternak sapi yang telah menggunakan BIOS 44, sapi – sapi peliharaan lebih rajin makan sehingga cepat gemuk dan sehat.
Hal yang sama juga dirasakan oleh petani padi di Kota Padangpanjang. Masyarakat petani di Kelurahan Sigando Padangpanjang Timur bekerja sama dengan Kodim 0307 mengembangkan demplot ketahanan pangan.

Saat melakukan panen perdana di demplot tersebut, BIOS 44 kembali membuktikan keunggulannya dalam meningkatkan produksi pertanian padi dibanding pupuk lain. Panen perdana pada tanggal 22 Oktober 2019 di lahan demplot Sigando itu dihadiri oleh Walikota Padangpanjang Fadly Amran bersama Perwira Penghubung Kodim 0307 Mayor Inf. Supadi dan Kapolres Padangpanjang AKBP Sugeng Hariadi.
Kelompok Tani Pasanto’an Kelurahan Sigando Dt. Palindih mengungkapkan terjadi peningkatan hasil panen dibanding ketika memakai pupuk lain. Selain itu, biaya pengolahan dan perawatan tanaman juga lebih hemat.
“Setidaknya ada dua keuntungan, pertama hasil panen meningkat dan kedua biaya pengolahan dan pemeliharaan tanaman bisa hemat,” ungkapnya.
Walikota Padangpanjang Fadly Amran bahkan sangat berharap TNI melalui Kodim 0307 dapat mengenalkan BIOS 44 kepada seluruh petani dan peternak di Padangpanjang. Karena selain memacu peningkatan hasil panen dan menekan biaya produksi, BIOS 44 lebih ramah lingkungan karena berasal dari fermentasi mikroorganisme.
“Kami berharap semoga program BIOS 44 ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap penghasilan petani jika dibandingkan dengan memakai bahan pupuk kimia,” ujar Fadly Amran dalam kesempatan panen perdana tersebut.
Selain terhadap produksi tanaman padi, BIOS 44 juga berfungsi dengan baik untuk budidaya perikanan. Seperti yang dilakukan oleh peternak ikan di Sipora Utara, wilayah teritorial Kodim 0319 Mentawai.
Menurut Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sipora Utara Kopda Johan Munthe, setelah memakai Bios, petani budidaya ikan nila di Sipora Utara merasakan pertumbuhan ikan menjadi cepat. Dalam kurun yang sama seperti panen biasa, hasil panen ikan jauh lebih tinggi ketika menggunakan BIOS 44.
Masih di Kepulauan Mentawai, Koramil Sikakap melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) Sertu Andi mensosialisasikan penggunaan BIOS 44 bagi masyarakat petani di wilayah kerjanya di Dusun Sibabai. Sertu Andi menerangkan, Bios 44 merupakan bahan fermentasi yang dapat mempercepat proses pembusukan materi organik lahan. Sekaligus meningkatkan PH tanah menjadi normal.
Sertu Andi memaparkan, BIOS 44 dapat digunakan pada lahan gambut untuk mencegah kebakaran. Pada lahan pertanian, BIOS 44 dapat meningkatkan kesuburan tanah, cocok untuk lahan pertanian padi sawah, perkebunan. Tidak itu saja, BIOS 44 juga dapat mempercepat pertumbuhan dalam budidaya ikan serta pertumbuhan ternak sapi.
Sosialisasi tersebut mendapat respon positif masyarakat dan petani Dusun Sibabai pun akhirnya menggunakan BIOS 44. Hasilnya, panen petani menjadi meningkat dari sebelumnya, karena lahan menjadi subur sehingga meningkatkan produksi.
BIOS 44 tidak luput juga dikenalkan kepada petani di Kota Padang. Sebagai pusat pemerintahan provinsi Sumatera Barat, Kota Padang masih memiliki lahan pertanian yang luas. Penerapan Demplot BIOS 44 di Kota Padang, bahkan sudah mendapat kunjungan langsung dari Mayor Jenderal TNI Mohammad Sabrar Fadhilah, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/ Bukit Barisan.
Demplot BIOS 44 yang dikunjungi Pangdam I/ BB pada April 2019 adalah di Kelurahan Pasar Ambacang Kecamatan Kuranji. Mayjen TNI Muhammad Sabrar Fadhilah menyebutkan, BIOS 44 merupakan formula penemuan TNI yang mampu mengurai mikroorganisme menjadi pupuk.
Petani dan peternak di Pasar Ambacang yang telah menjajal keunggulan BIOS 44 merasakan hasil panen meningkat dibanding sebelum menggunakan BIOS 44. Peternak sapi pun demikian, sapi menjadi lebih doyan makan sehingga cepat gemuk dan terlihat lebih sehat.
Walikota Padang Mahyeldi menyebutkan, meskipun menjadi pusat pemerintahan provinsi dengan penduduk yang padat, namun Kota Padang masih memiliki lahan pertanian dan perkebunan yang cukup luas. Dalam kesempatan mendampingi Pangdam I/Bukit Barisan ke Demplot BIOS 44 Pasar Ambacang, Kuranji tersebut, Mahyeldi mengungkapkan, saat ini, lahan pertanian padi sawah masih tersedia sekitar 6 tibuan hektar.
Sejauh ini, hasil pertanian tanaman pangan petani Kota Padang memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan pangan, 70 persen kebutuhan dipasok dari luar kota. Kalau produksi petani bisa ditingkatkan, tentunya akan meningkatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan sehingga ketergantungan pasokan pangan ke luar daerah bisa diperkecil.
****.
Dari hasil penelusuran internet mengenai BIOS 44, diperoleh beberapa kata kunci, antara lain Korem Garuda Dempo, Kunto Arief Wibowo, kebakaran lahan gambut. Ternyata, BIOS 44 adalah buah tangan orang nomor satu di Korem 032 Wirabraja Brigjen Kunto Arif Wibowo.
Dirangkum dari laman keterbukaan informasi Koram 044/Gapo, Kunto Arief menemukan BIOS 44 saat bertugas di Korem 044/ Garuda Dempo (Gapo). Dinamakan Bios atau Bio Struktur (Dekomposer Gambut) sedangkan angka 44 berasal dari Korem 044.
Kunto Arief Wibowo menjelaskan, BIOS 44 merupakan gabungan simbiosis mutualisme antar mikroorganisme berfungsi mempercepat pembusukan material organik pada lahan gambut. Sekaligus juga berfungi melembabkan dan mengembalikan unsur hara pada tanah. Larutan yang sudah diformulasi ini akan menutup rongga gambut dengan hifa, sejenis lendir yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang terkandung di dalamnya.
Menurutnya, BIOS 44 mampu memproduksi endospore yang tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan seperti panas, asam dan garam sehingga dapat berada di lingkungan ekstrim dalam waktu lama. Endospore adalah zat yang terbentuk pada saat mikroorganisme stress terhadap asupan makanan.
Kunto memaparkan, hasil penelitian menunjukkan, mikroorganisme yang terkandung di dalam BIOS 44 membentuk biodegradasi dengan perantara enzim. Bersifat katalisator dan menghasilkan zat kapur yaitu Kalsium Karbonat (CaCO3). Zat kapur yang dihasilkan membentuk ikatan kimia antara butiran tanah sehingga mampu meningkatkan pH tanah hingga menjadi normal.
Seiring pindah tugasnya ke Korem 032/ Wirabraja, Kunto Arief Wibowo pun ingin mengenalkan BIOS 44 kepada petani di seluruh Sumatera Barat. Sebagai daerah dengan sektor pendukung perekonomian utamanya adalah pertanian, Kunto ingin menyebarluaskan ilmu tersebut kepada petani dalam rangka meningkatkan produksi pertanian.
Ketika hasil pertanian meningkat, masyarakat petani menjadi sejahtera. Pasokan bahan pangan, daya beli meningkat, ekonomi masyarakat menjadi stabil. TNI sangat menyadari, ketahanan negara itu tak bisa dipungkiri didasari kepada kekuatan ekonomi.
BIOS 44 merupakan inovasi TNI dalam memacu peningkatan kesejahteraan masyarakat. TNI tidak lagi sekedar mengurusi medan perang atau peralatan tempur. BIOS 44 sebagai salah satu bukti TNI juga telah ikut berkontribusi langsung terhadap penguatan ekonomi rakyat. Ketika ekonomi kuat, maka negara menjadi kokoh (*)
Penulis : Febry D Chaniago (PEBRIUS DWINUS) (Wartawan Madya 9749)
Reporter dan Redaktur Pelaksana di media online padangmedia.com






