Liburan Lebaran, Kawasan Kuliner Lapseg Ombilin Sawahlunto Makin Ramai
  • Home
  • Berita
  • Liburan Lebaran, Kawasan Kuliner Lapseg Ombilin Sawahlunto Makin Ramai

Liburan Lebaran, Kawasan Kuliner Lapseg Ombilin Sawahlunto Makin Ramai

Kawasan kuliner Lapseg Ombilin. (tumpak)

SAWAHLUNTO – Sejak liburan lebaran 1436 H, kawasan kuliner Lapangan Segitiga (Lapseg) Ombilin Kota Sawahlunto ramai pengunjung. Warga dan perantau tak henti menikmati berbagai kuliner khas sambil melepas
kerinduan bersama sanak dan saudara serta kerabat.

Pasalnya, di taman pusat kota yang tak memungut biaya parkir ini  menyajikan jajanan makanan bakso, pecal, soto dan aneka gorengan yang dapat menemani rehat keluarga. Dilengkapi sarana permainan anak-anak seperti komidi putar mini, istana mandi bola juga kereta keliling dan sepeda tandem.

“Kami sekeluarga sengaja datang ke taman lapseg ini, bisa jadi tempat janjian dengan kerabat dan kawan-kawan,” sebut  Jhoni Satria (41) salah seorang pengunjung kepada padangmedia.com Senin (20/7) malam.

Pria pegawai BUMN di Surabaya itu menyatakan beberapa tahun belakang ini, kalau pulang kampung memastikan tetap singgah di lapseg. “Di samping kita dapat bertemu teman, anak-anak dapat bermain – main di sekitar taman ini,” sebutnya.

Kalau lebaran, sebutnya tak lengkap kalau tak datang ke Lapseg. Di samping tempatnya nyaman, dapat berjumpa teman-teman lama kalau datang kesini tak ada dipungut parkir. “Kadang-kadang di pentas utama ada hiburan kesenian,” sebut ayah tiga orang anak ini.

“Kalau bisa kawasan kuliear di Silo Ombilin Saringan yang baru digiatkan juga bisa diramaikan juga, jadi makin banyak tempat umum warga untuk bersantai dengan keluarga,” pintanya.

Ramainya pengunjung yang datang ke lapseg Ombilin ini menjadi berkah buat pedagang yang bisa mangkal di beberapa dagangan dan jajanan.
“Sejak malam pertama lebaran, dagangan makanan banyak terjual,” sebut Warni (54) salah seorang pedagang
gorengan dan minuman kepada padangmedia.com

Kalau dibandingkan, sebutnya pemasukan dari hari biasa dapat empat kali lipat, karena tiap malam sampai dua ratusan lebih goreng tempe dapat terjual. Untuk dapat melayani pembeli kita harus menambah satu teman untuk membantu dagangan.

“Kita hanya minta kepada pengelola dan pemerintah kota untuk sering-sering membuat acara dan kegiatan di Lapseg ini, jadi imbasnya pengjung jadi ramai,” pungkasnya. (tumpak)

Berita Terkait

Leave a Reply