Didukung Simintas, Universitas Terbuka Berkualitas dalam Sistem PJJ
  • Home
  • Berita
  • Didukung Simintas, Universitas Terbuka Berkualitas dalam Sistem PJJ

Didukung Simintas, Universitas Terbuka Berkualitas dalam Sistem PJJ

Konferensi virtual UT

PADANG – Universitas Terbuka (UT) hadir 36 tahun lalu sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) ke 45 di Indonesia. Spesifikasi perguruan tinggi ini adalah sistem pendidikan jarak jauh (PJJ).

Rektor UT, Prof. Ojat Darojat dalam konferensi virtual, Senin (28/9/2020) pagi menjelaskan, kehadiran UT berangkat dari kondisi masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan akses pendidikan tinggi, terutama di PTN.

“PTN pada saat itu masih belum mampu menampung seluruh tamatan SLTA, sehingga muncul gagasan untuk membentuk sebuah lembaga pendidikan tinggi yang berkonsep terbuka, bisa diakses dari mana saja tanpa harus kuliah tatap muka atau konvensional,” kata Ojat.

Indonesia, sebutnya, bukan negara pertama yang memiliki UT. Konsep pendidikan tinggi jarak jauh tersebut pertama kali muncul di Inggris, untuk memberikan akses kepada rakyatnya mengenyam pendidikan tinggi.

“Kalau di Inggris, seluruh masyarakat bisa masuk. Tidak ada batasan harus lulus SLTA dan sebagainya. Namun untuk di Indonesia, tetap harus tetap lulusan SLTA,” sebut Ojat dalam konferensi virtual yang juga dihadiri oleh Kepala UPBJJ UT Padang Yusrafiddin dan Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus tersebut.

Ojat menegaskan, sebagai PTN dengan sistem belajar moda tunggal yaitu pendidikan jarak jauh (PJJ), UT bukan lembaga pendidikan “ecek – ecek” atau ala kadarnya. UT mengantongi sejumlah sertifikasi internasional di bidang kualitas seperti ISO dan sertifikat International Council for Open and Distance Education (ICDE). ICDE merupakan dewan internasional untuk pendidikan tinggi terbuka.

“Kami tegaskan, UT mengantongi sejumlah sertifikat, bukan perguruan tinggi “ecek – ecek”. UT qualified menjadi penyelenggara pendidikan jarak jauh,” tegas profesor yang baru saja terpilih sebagai Presiden Asian Association of Open Universities (AAOU), asosiasi UT Asia untuk periode 2020 – 2023 itu.

Dia menambahkan, UT memiliki Sistem Penjamin Kualitas (Simintas) sebagai quality guideline dalam PJJ, sebagai moda tunggal sistem pembelajaran. Simintas tersebut dijalankan dengan SOP, diperkuat dengan work instruction serta audit internal dan eksternal.

Menurut Ojat, dalam sistem PJJ, yang perlu diperkuat adalah sumber daya manusia dan sarana pembelajaran. Seluruh tenaga pengajar UT berkualifikasi dan memenuhi syarat untuk itu. Sedangkan, untuk sarana, UT memiliki bahan ajar digital, yang memiliki standar kualitas.

“Bahan ajar digital UT self instruction, self content. Bahan ajar memiliki konsep memberikan instruksi sendiri kepada mahasiswa. Konten lengkap, dan ini tidak ada di sistem konvensional,” lanjutnya.

Dengan kompleksitas sistem PJJ yang diterapkan UT, seluruh masyarakat, termasuk kaum difabel, bisa mengakses pembelajaran dengan mudah. Bahan ajar dilengkapi audio visual. Ketika diposisikan di baris yang diinginkan, akan muncul penjelasan langsung secara audio.

Terakhir, meski dengan kualitas tinggi yang dimiliki, ternyata UT tidak mengenakan biaya mahal dalam perkuliahan. Hanya dengan Rp36 ribu per Satuan Kredit Semester (SKS), sudah bisa kuliah di UT.

“Konsep awal UT tentang biaya, tidak boleh mengenakan biaya tinggi. Ijazah UT sama dengan PTN lainnya,” tutupnya. (Febry)

Berita Terkait

Leave a Reply