Sekolah Alam Talago Gunung Tempati Gedung Baru
  • Home
  • Berita
  • Sekolah Alam Talago Gunung Tempati Gedung Baru

Sekolah Alam Talago Gunung Tempati Gedung Baru

SAWAHLUNTO – Setelah selama empat tahun beraktifitas, Sekolah Dasar (SD) Alam Talago Gunung Kota Sawahlunto resmi menempati gedung baru. Peresmian penempatan gedung baru SD Alam Talago di bawah naungan Yayasan Raudhatul Jabal tersebut dilaksanakan pada hari Jumat (7/2/2020).

Walikota Sawahlunto Deri Asta mengapresiasi Yayasan Raudhatul Jabal, yang menaungi sekolah alam tersebut. Yayasan Raudhatul Jabal sangat membantu program pemerintah di sektor pendidikan dengan inovasi menginisiasi hadirnya sekolah alam.

“Keberadaan SD Alam Talago sangat penting terutama sebagai evaluasi bagi sekolah-sekolah negeri untuk memacu kualitas,” katanya.

Dia berharap, kehadiran sekolah swasta yang mengembangkan sistem boarding school di Sawahlunto menjadi pilihan masyarakat. Selama ini, banyak orangtua di Sawahlunto yang menyekolahkan anak mereka ke boarding school di luar kota.

“ Untuk sekolah negeri, sejauh ini sistem boarding school hanya diterapkan di satu sekolah yaitu SMPN 2 Sawahlunto. Tentunya kehadiran sekolah swasta dengan sistem boarding akan banyak peminat sehingga pendidikan semakin maju,” ujarnya.

Salah seorang pendiri Yayasan Raudhatul Jabal Effendi Mardianto Dt Sampono menceritakan ihwal ketertarikannya mendirikan lembaga pendidikan di Sawahlunto. Hal itu didorong oleh keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat di kampung halaman.

“Berangkat dari keinginan itu, saya mengajak kemenakan di kampung untuk berbuat sesuatu sehingga berdirilah yayasan ini. Awalnya, yayasan hanya mengelola Taman Kanak – Kanak (TK) yaitu TK Alam Talago,” tuturnya.

Setelah jumlah murid semakin banyak, yayasan bersama pengurus sekolah duduk bersama dengan ninik mamak untuk menyampaikan niat membangun gedung sekolah. Akhirnya, gedung sekolah senilai Rp2,5 miliar tersebut berhasil dibangun.

Terkait sistem pembelajaran, Kepala SD Alam Talago, Delvia Sepniwati menjelaskan, kurikulum yang diterapkan berdasarkan kurikulum Dinas Pendidikan. Ditambah dengan kurikulum unggulan seperti belajar ke alam, Bahasa Ingris dan Bahasa Arab.

“Satu kelas dibatasi hanya 15 orang murid. Sekolah juga memprogramkan kegiatan TPQ, Tahfidz dan Sholat Duha
sebelum memulai pelajaran regular,” pungkasnya. (tumpak).

Berita Terkait

Leave a Reply