
SAWAHLUNTO – Dua orang pekerja perusahaan tambang batubara CV Bara Mitra Kencana (BMK), Sawahlunto tewas di dalam lubang tambang, Jumat (24/1/2020). Dua pekerja tersebut adalah IS (36) dan TS (34), tewas di dalam lubang tambang 35.
Pemilik CV BMK, Jhon Refelta meneranngkan, kejadian itu adalah musibah personal. Diduga, dua pekerja ini tewas karena kelebihan karbondioksida (CO2) di dalam lubang.
“Kecelakaan ini adalah musibah personal, bukan karena ledakan. Dua pekerja ini diduga kekurangan oksigen karena lubang kelebihan karbondioksida,” katanya, Sabtu (25/1/2020).
Dia menyebutkan, kecelakaan tambang tersebut sedang diselidiki pihak berwajib. Kelebihan karbondiosida di dalam lubang tambang ini mengakibatkan kedua pekerja kekurangan asupan Oksigen (O2).
Sebelumnya, kecelakaan tambang juga terjadi di kawasan pertambangan milik CV BMK di areal Perambahan, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Rabu (29/3/2017) lalu. Kecelakaan itu disebabkan adanya getaran udara (Air Blast) di dalam lubang tambang, menimbulkan dua orang korban. (tumpak)






