PADANG – Momen peringatan hari jadi Provinsi Sumatera Barat diharapkan menciptakan semangat melahirkan generasi emas. Pemerintah diharapkan dapat menggagas program pembangunan yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Harapan itu disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Muhammadiyah Sumatera Barat, Sofwan Karim, Senin (30/9/2019). Dengan ditetapkannya hari lahir daerah, diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk menata daerah lebih baik lagi di masa mendatang.
“Peringatan hari lahir daerah ini diharapkan sebagai momen evaluasi diri, dalam rangka memacu kemajuan daerah untuk lebih baik lagi ke depan,” katanya.
Dia berharap, pemerintah daerah bisa menyusun program – program yang inovatif dalam rangka menciptakan generasi emas di masa depan. Berbagai program pembangunan daerah hendaknya berorientasi kepada peningkatan sektor pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan rakyat dengan porsi lebih besar.
Dengan ditetapkannya Hari Jadi Provinsi, maka sudah dipastikan akan ada peringatan hari ulang tahun (HUT) yang diagendakan setiap tahun. Namun, dia mengingatkan, peringatan jangan hanya sebatas seremoni rutin.
“Setiap tahun, harus ada evaluasi terhadap berbagai capaian pembangunan dan menjadi rujukan untuk peningkatan ke depan,” ulasnya.
Untuk membangun daerah, lanjutnya, tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah saja. Masyarakat juga ikut berkontribusi terhadap kesuksesan pembangunan. Dia berharap, telah ditetapkannya Hari Jadi Provinsi akan membawa semangat kebersamaan dalam memacu pembangunan daerah.
Selain kepada masyarakat yang berada di kampung halaman, Sofwan juga berharap kepada para perantau. Selama ini, peran perantau cukup besar dalam pembangunan. Sumbang pikir dan aliran dana yang masuk ke daerah dari para perantau cukup banyak sehingga semakin menggeliatkan perekonomian masyarakat di kampung halaman.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama pemerintah provinsi Sumatera Barat telah menetapkan Peraturan Daerah tentang Hari Jadi Sumatera Barat. Perda yang lahir atas usul prakarsa DPRD ini menetapkan tanggal 1 Oktober 1945 sebagai Hari Jadi Provinsi.
Penetapan tanggal 1 Oktober dilakukan setelah Perda melalui proses panjang pembahasan. Pembahasan melibatkan banyak pihak, mulai dari tokoh – tokoh masyarakat, akademisi, sejarawan dan budayawan.
Momen 1 Oktober 1945 diambil berdasarkan perjalanan sejarah Provinsi Sumatera Barat. Pada waktu itu (1 Oktober 1945, red) telah dilaksanakan rapat Komite Nasional Indonesia – Sumatera Barat (KNI-SB) atau Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah pada waktu itu. Rapat KNI – SB memutuskan dibentuknya kembali Keresidenan Sumatera Barat serta memilih Residen Sumatera Barat.
Sejalan dengan keputusan rapat tersebut, pemuda – pemudi Sumatera Barat merebut kekuasaan pemerintahan keresidenan Sumatera Barat dari tentara pendudukan Jepang. Pergerakan ini dimotori antara lain oleh M. Syafei, DR. M. Djamil dan Rasuna Said.
Peringatan pertama Hari Jadi Provinsi, setelah 74 tahun, akan dilaksanakan dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Sumatera Barat pada tanggal 1 Oktober (besok, red). (fdc)






