Musim Liburan, Pemkab Agam Imbau Pedagang Tak 'Main Pakuak'
  • Home
  • Agam
  • Musim Liburan, Pemkab Agam Imbau Pedagang Tak ‘Main Pakuak’

Musim Liburan, Pemkab Agam Imbau Pedagang Tak ‘Main Pakuak’

AGAM – Libur tahun baru merupakan saat yang ditunggu-tunggu pedagang makanan dan minuman di objek wisata yang ada di Kabupaten Agam. Karena, pada saat itulah mereka berharap limpahan rezeki dari pengunjung.

Sejumlah pedagang di Objek Wisata Bandar Mutiara kepada padangmedia.com mengungkapkan, setiap hari libur, terutama libur hari besar, seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru, pengunjung selalu ramai. Mereka juga mengajak keluarga, sehingga dagangan mereka laris manis.

Hal senada disampaikan para pedagang  di Objek Pasir Tiku (TPI). Di sana, kini berjejer puluhan pondok makanan dan minuman. Pada saat liburan, pengunjung selalu ramai. Apalagi, bila ada pertunjukan musik orgen tunggal.

“Setiap liburan hari raya, selalu ada yang pertunjukan orgen tunggal di sini. Bahkan bukan satu, tetapi sampai tiga tempat pertunjukan,” ujar pedagang makanan dan minuman, yang akrab disapa Ajo.

Walau demikian,para pedagang tidak “main pakuak” harga makanan dan minuman yang mereka sajikan. Karena bagi mereka, yang penting pengunjung senang, dan pada hari libur berikutnya datang lagi ke pondok makanan dan minuman mereka.

“Bagi kami, yang penting pengunjung senang. Bila senang, mereka pasti datang lagi,” ujar pedagang yang mengaku bernama Ani, Sabtu (26/12).

Pedagang makanan dan minuman di Objek Wisata Muko-Muko, Tanjung Raya, juga mengaku menanti-nanti hari libur, termasuk natal dan tahun baru. Di sana pedagang menyediakan makanan khas Maninjau (Ranjung Raya), seperti pensi, palai riuak, aneka keripik dari rinuak dan pensi, di samping aneka minuman kemasan. Di sana juga ada rumah makan, bagi pengunjung yang ingin menikmati makanan khas Maninjau.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Agam, Hadi Suryadi, SH, menghimbau agar para pedagang menjaga kebersihan makanan dan minuman dagangan mereka, serta menjaga kebersihan lingkungan. Jangan sampai “main pakuak” harga makanan dan minuman,karena itu bisa merusak citra daerah, dan membuat pengunjung enggan datang lagi ke kedai mereka.

“Mari sama-sama kita ciptakan suasana,yang bisa menimbulkan keinginan pedagang datang lagi ke Agam, terutama ke objek wisata tempat para pedagang meraup rezeki,” ujarnya.

Himbauan senada disampaikan Kabag Humas Setda Agam, Syatria, S.Sos, M.Si. Menurutnya, menciptakan suasana aman, tertib, dan damai di objek wisata akan sangat membantu para wisatawan datang lagi pada kesempatan berikutnya. (fajar)

Berita Terkait

Leave a Reply